AYOJAKARTA.COM—Sosok Yohanes Prasetyo sempat viral beberapa waktu lalu dalam sejumlah video yang beredar di media sosial.
Dengan keberaniannya saat itu, ia turun dari tribun mendekat ke lapangan dan memohon agar aparat tidak menembakkan gas air mata ke tribun, karena di sana banyak anak kecil.
Yohanes mengungkapkan tragedi mengerikan itu saat hadir dalam acara Mata Najwa, Kamis (6/10/2022).
Baca Juga: Saksi Mata Ungkap Hal Mengejutkan: Ada Suporter di Kanjuruhan yang Tingkahnya Seperti Kuda Lumping
Dalam video yang diunggah akun instagram @matanajwa, Yohanes menceritakan duka yang ia alami. Sambil terisak ia bertutur.
“Saya sebagai Aremania, waktu itu saya di tribun seperti ini. Tim kebanggaan saya kalah. Saya sebenarnya gak ada inisiatif turun ke lapangan. Saya ini mau pulang, saya mau kerja,”ujarnya terbata-bata dan menghela nafas agar tidak tumpah air matanya.
Tampak di sebelahnya hadir Menko Polhukam Mahfud MD.
Baca Juga: Inilah Alasan Dirut PT LIB jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Sempat Sesalkan Kerusuhan Tersebut
“Saya itu 90 menit tidak langsung pulang. Saya menunggu pintu keluar agak sepi sedikit. Sambil menunggu ternyata ada keributan itu,”kata Yohanes.
“Nah ada tembakan gas air mata ke tribun, kalau gak salah tribun 6 atau 7. Setelah itu saya bergegas berdiri mau keluar, takut gak bisa keluar,” tambah Yohanes.
Namun sayang ia kemudian terkena gas air mata.
Baca Juga: Kapolri Tetapkan Enam Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Di antaranya Direktur Utama LIB
“Saya kena gas air mata, mata saya perih , saya tidak bisa buka mata saya. Saya cuman mendengar saudara-saudara saya Aremania minta tolong. Anak kecil minta tolong, ibu-ibu minta tolong, “kata Yohanes.
Dari situlah, Yohanes memberanikan diri turun ke lapangan dan memohon kepada polisi.
“Di situ yang membuat saya inisiatif turun ke lapangan, cuman memohon kepolisian tidak meneruskan tembakan itu. Gimana itu pak, kita sama-sama satu Aremania, satu jiwa. Dia merasakan sakit, saya juga merasakan sakit, “beber Yohanes.
Baca Juga: 4 Sifat Nabi Muhammad SAW yang Harus Diteladani Umat Muslim Saat Memperingati Maulid Nabi 1444 H
“Pak poliisi tolong jangan tembakkan gas air mata ke tribun, di situ banyak anak kecil, “ujar Yohanes menirukan ucapannya saat itu.
“Awal pak polisi bilang oo iyo bro, kandanono konco-koncomu,”kata seorang polisi di stadion Kanjuruhan waktu itu.
Dan Yohanes pun mengiyakan.
Baca Juga: Lirik Lagu Sampai Jumpa Endank Soekamti, “Ada kan Tiada, Bertemu akan berpisah
Namun mendadak ada satu oknum aparat yang membentak-bentak dan menyerang Yohanes mengarah ke kepala.
“Iu serangannya beberapa kali, saya enggak bisa melihat siapa orangnya, saya enggak lihat identitasnya. Mau lihat ke kanan, diserang dari kiri, mau lihat ke kiri diserang ke kanan, “tukas Yohanes.***

Share this article
Beredar kesaksian Yohanes Prasetyo, korban tragedi Kanjuruhan yang sempat memohon aparat keamanan agar tidak menembak gas air mata