Buntut Tragedi Kanjuruhan Arema Fc didenda Rp 250 Juta

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 21:41 WIB
Presiden Arema FC Marathon Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Insiden Kanjuruhan
Presiden Arema FC Marathon Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Insiden Kanjuruhan

AYOJAKARTA.COM - Komisi Disiplin PSSI memberika sanksi kepada Arema Fc usai tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan korban jiwa, dalam pertandingan laga Arema Fc vs Parsebaya Surabaya dalam Liga 1 musim 2022-2023.

Erwin Tobing selaku Ketua Komisi Disiplin PSSI menyatakan telah melakukan pembahasan terkait sanksi untuk Arema Fc, pembahasan tersebut digelar dalam sidang Komisi Disiplin PSSI pada Selasa, 4 Oktober 2022.

"Kami jatuhkan hukuman sesuai kode disiplin yang ada. Sidang ini keputusan kepada klub Arema FC sebagai badan pelaksana," ujar Erwin Tobing dalam konferensi pers.

Baca Juga: Phaseman 90 Raih Gelar Juara 1 Indonesia's Got Talent 2022, Berikut Daftar 4 Pemenang Lainnya

Disebutkan bahwa dalam kerusuhan yang terjadi di Kanjuruhan terdapat beberapa kekurangan dalam badan pelaksana. Dalam awal kerusuhan tersebut terjadi pihaknya tidak dapat diantisipasi oleh panpel.

Oleh karena itu, Arema Fc dilarang menggelar laga dengan adanya penonton hingga akhir musim liga 2022-2023.

Dalam keputusan Komdis tersebut menyatakan bahwa pertama, pertandingan itu harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari area Malang hingga jarak 250 km.

Baca Juga: Bareskrim Polri Usut Tragedi Kanjuruhan, Labfor Dalami 6 CCTV di Beberapa Titik Kejadian

Kemudian Arema Fc akan di berikan sanksi berupa denda sejumlah Rp. 250 juta, namun Arema Fc masih dapat mengajukan banding dan selanjutnya penangulangan terhadap pelanggaran yang disebutkan diatas akan ada sanksi yang lebih berat.

Kedua, Arema FC didenda Rp250 juta. Ketiga pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat hukuman yang lebih berat," ujar Erwin.

Diketahui bahwa Ketua Panpel Arema Fc, Abdul Haris juga telah mendapatkan sanksi berat yaitu dengan dilarangnya mengikuti aktivitas di persepakbolaan Indonesia.***

Editor: Dian Naren

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X