AYOJAKARTA.COM - Kesaksian pada kasus Ferdy Sambo memang banyak menyita perhatian publik.
Beragam pengakuan kesaksian kasus Ferdy Sambo terutama dari bawahan suami Putri Candrawathi, terindikasi kebohongan.
Lalu apa saja kesaksian kasus Ferdy Sambo yang terindikasi kebohongan? berikut penjelasannya.
Baca Juga: Dengar Suara Tembakan, Adzan Romer Sempat Todongkan Pistol ke Ferdy Sambo, FS Pun Angkat Tangan
Dikutip AyoJakarta dari kanal YouTube metrotvnews pada Minggu (13/11/22), memberikan informasi terkait deretan putaran behongan kasus Ferdy Sambo.
Pertama dari petugas PCR, Nevi Afrilia yang menyebutkan bahwa ia tidak melakukan swab pada (8/7/22).
Dimana sebelumnya eks Kadiv Propam mengatakan bahwa ia melakukan swab bertepatan dengan penembakan Brigadir J.
Hakim juga sempat menanyakan urutan nama yang melakukan PCR atau Swab.
“Ibu Putri, Ibu Susi, Bapak Yosua, terakhir Richard,” ujar Nevi.
Kemudian saksi Daden selaku ajudan Sambo, dimana ia mengatakan bahwa tidak pernah menggeledah adik Brigadir J, Reza.
“Reza mengatakan Saya tiga kali digeledah oleh sodara Daden, saudara mengatakan oh Saya tidak menggeledah Yang Mulia Saya cuman megangin saja,” ungkap Hakim.
Ketiga pernyataan Diryanto atau Kodir, sopir Ferdy Sambo yang mengatakan bahwa ia tidak mendengar majikannya bilang akan bertanggung jawab pada Richard dengan taruhan jabatan.
Baca Juga: Wah! Kiky Saputri Minta Prabowo Jadi Saksi Pernikahannya, Netizen: Ini Bukan Roasting Kan?
“Saudara melihat pada saat Ferdy Sambo mengatakan kepada Richard bahwa dia akan bertanggung jawab dengan taruhan jabatan, ada nggak saudara mendengar melihat?,” tanya hakim.
“Saya tidak mendengar Yang Mulia,” jawab Kodir.
Namun Hakim menyebutkan bahwa sebelumnya Romer mengatakan Kodir melihatnya.
“barusan saudara Romer mengatakan saksinya Kodir, sekarang anda katakan tidak tahu, ini saksi-saksi ini lancar banget jawabnya,” ucap Hakim.
Baca Juga: Melawan agar Tidak ada lagi yang Menjadi Korban, Kenali Jenis Kekerasan Seksual yang Kini Viral
Kemudian dari pihak Ferdy Sambo, Kuasa Hukum Arman Hanis memohon kepada Hakim untuk menggali keterangan saksi terkait kepribadian ganda Brigadir J.
Namun Ketua Majelis Hakim menganggap bahwa permohonan itu dianggap tidak relevan.
Berdasarkan keterangan saksi Susi ART, Brigadir J memiliki sifat yang tempramental.
“Kalo menurut Saya dia suka marah-marah, apa si namanya tempramental, kalo Saya minta tolong untuk bawain belanjaan itu suka menunda gitu kan, terus kalo dipanggil Ibu selalu lama terus ngedumel gitu apa sih bi apa lagi,” ujar Susi.***

Share this article
DItemukan kejanggalan, inilah deretan kebohongan kesaksian kasus Ferdy Sambo, dari tes swab hingga Brigadir J dituduh berkepribadian ganda