AYOJAKARTA.COM - Potensi gempa bumi dengan skala besar sering disampaikan oleh para ahli di bidang kegempaan.
Selain itu zona-zona yang dianggap sebagai daerah dengan potensi adanya gempa besar atau megathrust telah berhasil dipetakan.
Potensi gempa bumi dan tsunami besar tersebut sering diprediksikan akan mengenai wilayah laut Jawa Selatan dan wilayah tenggara Pulau Sumatera.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Mendadak Datangi Suami dari Sosok Wanita yang Mirip dengan Anne Ratna, Ada Apa?
Dikutip AyoJakarta.com dari akun YouTube kompas.com seorang peneliti dari BMKG dan juga peneliti postdoctoral di Universitas Cambridge Pepen Supendi menerangkan mengenai potensi gempa besar dan tsunami di pesisir selatan laut Jawa.
Dalam penjelasannya Pepen memberikan sebuah ilustrasi dengan sebuah pemodelan gempa bumi dapat magnitudo 8,9 SR.
Ia pun mengatakan jika dilihat dalam pemodelan gempa bumi tersebut dapat mengakibatkan tsunami dengan 34 meter.
"Hasil penelitian kami tentang potensi gempa dan tsunami akibat gempa bumi megathrust di selatan Jawa (bagian) barat dan tenggara Sumatera baru saja diterbitkan di Jurnal Natural Hazards," ungkap Pepen dikutip dari akun YouTube Kompas.com.
Pepen menjelaskan berdasarkan pantauannya zona gempa yang berada di selatan laut Jawa dan Sumatera bagian tenggara tersebut sangat aktif.
Keaktifan zona tersebut diakibatkan oleh pertemuan lempeng Indo-Australia dan subduksi di bawah lempeng Sunda.
Peristiwa ini lah yang kemudian dikhawatirkannya akan menimbulkan bahaya gempa bagi masyarakat sekitar.
Namun meski telah dapat diprediksi mengenai keaktifan gempa tersebut, Pepen menjelaskan bahwa kemungkinan terjadinya gempa dan frekuensi peristiwa masih belum dipahami dengan baik.
Jika mengacu pada pengukuran GPS dapat dipastikan bahwa zona yang telah disebutkan merupakan sumber potensi gempa.
Pepen kemudian menjelaskan bahwa gempa dimasa depan dapat berpotensi memiliki kekuatan hingga 8,9 SR.
Selain potensi gempa besar kemudian dilakukan pemodelan tsunami dengan dua skenario.
Skenario tersebut berdasarkan prakiraan celah seismisitas dan keberadaan sesar belakang.
Berdasarkan hal tersebut, Pepen menyebutkan bahwa ketinggian tsunami bisa mencapai 34 meter.
Lebih tepatnya Pepen memberikan prediksinya mengenai lokasi yang akan terkena potensi tsunami yaitu sepanjang pantai barat Sumatera dan selatan Jawa dekat semenanjung Ujung Kulon.
Beberapa hal yang disampaikan oleh Pepen tersebut melengkapi kajian sebelumnya yang ditulis oleh Sri Widiyantoro dan tim di Jurnal Nature tahun 2020.
Dalam laporan tersebut diterangkan bahwa celah seismik yang memanjang di selatan Jawa bagian barat bisa pecah saat gempa.
Yang menjadi kekhawatiran adalah jika segmen di selatan Jawa bagian barat terlepas maka berpotensi gempa dengan skala 8,9 M dengan periode berulang 400 tahun.
Selain itu untuk periode ulang yang sama segmen di Jawa Timur bisa memicu gempa 8,8M.
Namun hal yang paling menakutkan adalah jika keduanya lepas secara bersamaan, maka akan terjadi gempa dengan kekuatan 9,1 M atau setara dengan gempa yang melanda Aceh pada tahun 2004.***

Share this article
Waspada potensi gempa bum dan tsunami di selatan Jawa dan Tenggara SUmatera hal ini disampaikan oleh peneliti cambridge berkaitan zona aktif