AYOJAKARTA.COM - Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir Yosua memasuki babak pembacaan tuntutan terdakwa oleh jaksa.
Berbagai strategi dilakukan oleh Ferdy Sambo agar bisa lepas dari jerat pasal pembunuhan berencana.
Penampilan Ferdy Sambo yang kerap memakai kacamata di akhir-akhir sidang kali ini menjadi tanda tanya.
Pakar mengungkap ada kejanggalan dari penampilan Ferdy Sambo yang dinilai sebagai strategi untuk dapatkan keringanan hukuman.
Baca Juga: Jaksa Tuntut 8 Tahun Penjara, Kuat Maruf Tak Kuasa Menahan Tangis di Hadapan Majelis Hakim
Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menyoroti penggunaan kacamata yang kerap dipakai Ferdy Sambo di beberapa persidangan terakhir seperti dikutip ayojakarta.com dari YouTube KOMPASTV pada Senin (16/1/2023).
Menurut Reza Indragiri, Ferdy Sambo yang merupakan terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua bahwa mungkin saja hal tersebut merupakan bentuk strategi nerd defense.
Ia juga menuturkan bahwa setiap orang yang hadir sebagai terdakwa dan duduk di kursi pesakitan pasti akan menggunakan strategi.
Strategi ini bisa saja secara normatif seperti administrasi hukum, bukti maupun menghadirkan saksi-saksi.
Reza Indragiri juga menjelaskan ada penelitian psikologi forensik yang menemukan bahwa cara pembawaan dari terdakwa baik itu memakai gimik bisa mempengaruhi psikologi dari hakim.
“Penelitian psikologi forensik menemukan bahwa ini solid ini ilmiah bahwa ternyata pesakitan pun harus mengemas dirinya sedemikian rupa,” tutur Reza Indragiri.
“Memakai gimik sedemikian rupa agar kemudian bisa mempengaruhi psikologinya juri atau psikologinya hakim, termasuk menggunakan kacamata”, tambahnya.
Menurutnya terdapat kesimpulan penelitian yang menunjukkan bahwa kacamata merupakan salah satu instrumen yang paling sering digunakan sebagai strategi di ruang persidangan.
Sehingga penggunaan kacamata ini manjur untuk mempengaruhi psikologi dari juri dan hakim di persidangan.
Hal tersebut bisa saja mempengaruhi putusan hakim sebagaimana ditargetkan terdakwa.
Pakar Psikologi Forensik tersebut juga menyampaikan bahwa hal itu diistilahkan sebagai nerd defense, yakni pembelaan diri ala si kutu buku.
Hal ini dikarenakan orang yang memakai kacamata akan tampak lebih tekun serta pemikir.
Khususnya untuk Ferdy Sambo yang menurut Reza Indragiri memiliki bentuk dan raut muka yang tegas layaknya polisi sehingga penggunaan kacamata akan berpengaruh terhadap penampilannya.
Baca Juga: Viral! Beginilah Ekspresi Wajah Kuat Maruf yang Jadi Sorotan Saat JPU Bacakan Tuntutan untuk Dirinya
“Sekaligus khusus bagi terdakwa Ferdy Sambo ni yah karena secara lahiriah bentuk mukanya itu sangat polisi banget gitu, polisi banget mukanya maka agar kesan itu agak berkurang,” ujar Reza Indragiri.
“Sehingga tidak terlalu dikait-kaitkan sebagai terdakwa pembunuhan berencana maka memang raut muka Ferdy sambo harus dibikin lebih lembut, harus dibikin lebih halus, harus dibikin lebih lembut,” lanjutnya.
Tak hanya itu, strategi tersebut menurut Ahli Psikologi Forensik juga pernah dilakukan oleh terdakwa pembunuhan terhadap empat orang yang bahkan sampai bebas.
Terlepas dari perdebatan substansi terkait dengan hukum tetap berlangsung, tetapi menurutnya ada pengaruh yang nyata dari penampilan terdakwa terhadap suasana batin hakim dan jurinya.***

Share this article
Berikut cara terbaru yang digunakan Ferdy Sambo untuk mengelabui hakim agar lepas dari jerat hukuman mati.