AYOJAKARTA.COM – Belakangan ini santer beredar kabar mengenai ‘Gerakan Bawah Tanah’ dalam sidang Ferdy Sambo.
Untuk diketahui, seluruh terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J sudah mendapat tuntutan dari jaksa.
Terdakwa Putri Candrawathi, Ricky Rizal, dan Kuat Maruf dituntut dengan pidana 8 tahun.
Kemudian terdakwa Richard Eliezer dituntut pidana 12 tahun dan Ferdy Sambo pidana seumur hidup.
Tuntutan jaksa untuk para terdakwa tersebut sontak membuat geger publik, hingga beredar kabar jika ada Gerakan bawah tanah sebagai upaya Ferdy Sambo untuk lepas dari vonis atau hukuman mati.
Bahkan kabar gerakan bawah tanah tersebut juga diungkap langsung oleh Menkopolhukan Mahfud MD.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @serzaanjani pada (22/1/2023), Soleman B. Ponto selaku Pengamat Intelijen juga turut menanggapi rumor Gerakan bawah tanah Ferdy Sambo tersebut.
Saat ditanya bukankah hukum dalam kasus Ferdy Sambo ini bicara soal fakta, Soleman Ponto justru menuturkan jika fakta dan lobi adalah hal yang berbeda.
“Ya betul, namanya fakta dan lobi itu kan 2 hal yang berbeda,” jelas Soleman B. Ponto.
“Lobi-lobi itu kan upaya, upaya itu hak setiap orang berupaya nah tinggal yang disasarkan ini yang di Kejaksaan apakah upaya-upaya itu berhasil mempengaruhi Kejaksaan, kan itu aja,” imbuh pengamat Intelijen tersebut.
Lantas saat ditanya apakah dirinya melihat peluang keberhasilan dalam gerakan bawah tanah Ferdy Sambo tersebut dan seberapa besar peluangnya, Soleman menjawab seperti berikut.
Baca Juga: Wah! Bansos Februari 2023 Akan Segera Cair? Lakukan Pengecekan Paling Mudah dengan Cara Berikut Ini
“Nah kalau saya melihat ini ada hasilnya, Kejaksaan sejak awal itu kalau bilang ‘Gas Penuh’ tentunya diakhir kok tidak jadi penuh,” ujar Pengamat Intelijen tersebut.
“Itu kan beliau-beliau sendiri, mereka yang menggali mereka yang memberikan saksi-saksi ahli, semuanya penuh sampai terakhir tidak ada yang meringankan tapi kok ujungnya seakan-akan ada yang meringankan,” ujarnya.
Lantas saat dimintai pendapat terkait pernyataan Mahfud MD yang menjamin independensi kejaksaan, Soleman B. Ponto menjawab, “Ya itulah independensi kejaksaan kan disitu.”
Berikutnya saat ditanya oleh pembawa acara, “Artinya tidak terjamin kalau anda melihatnya ternyata berbeda dari all outnya jaksa kemudian tuntutannya di bawah harapan menurut anda?”
Soleman B. Ponto menjelaskan kekecewaannya terhadap Kejaksaan yang awalnya menggebu-gebu dan akan totalitas namun akhirnya justru tidak terpenuhi.
“Justru itu, disitulah kenapa Kejaksaan jadi begini, dari awal betul-betul galak, garang dan kita bangga melihat dengan saksi ahli begitu banyak tapi ujungnya seakan-akan yang dia sampaikan itu ada cacatnya,” ujar Soleman B. Ponto dengan nada kecewa.
Ia juga menambahkan, “Yang disampaikan dalam uraian itu tidak ada cacatnya seratus persen semuanya terpenuhi tapi begitu diujung kok seperti ada cacat kan mereka menganulir sendiri data yang mereka buat.” ***

Share this article
Belakangan ini santer beredar kabar mengenai ‘Gerakan Bawah Tanah’ dalam sidang Ferdy Sambo. Ini kata Soleman B. Ponto soal rumor tersebut.