AYOJAKARTA.COM – Kasus pembunuhan Brigadir J hingga kini masih menjadi perbincangan masyarakat.
Pasalnya, saat ini para terdakwa dalam kasus pembunuhan Brigadir J tengah menjalani sidang Pledoi atau nota pembelaan.
Kasus pembunuhan Brigadir J kini sudah melewati persidangan pembacaan tuntutan pada pekan lalu.
Baca Juga: Curhatan Putri Candrawathi di SIdang Pledoi : Yosua Ancam Bunuh Orang yang Saya Cintai
Sidang tuntutan yang dijalani para terdakwa pada pekan lalu seakan membuka babak baru dalam kasus ini.
Bagaimana tidak, sejak awal kasus dikatakan terjadi karena adanya dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J kepada Putri Candrawathi.
Namun pada sidang pembacaan tuntutan pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyampaikan bahwa apa yang terjadi pada Putri Candrawathi bukanlah kekerasan seksual.
JPU menyimpulkan bahwa yang terjadi pada Putri Candrawathi adalah perselingkuhan dengan Brigadir J.
Baca Juga: Ingin Rezeki Melimpah dan Berkah Seperti Hujan? Amalkan Ijazah Mbah Moen Berikut!
Kesimpulan JPU tersebut lantas membawa tanda tanya besar bagi berbagai pihak, salah satunya adalah mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI, Laksamana Muda (Purn.) Soleman B Ponto.
Dikutip AyoJakarta.com dari program Obrolan Malam di kanal YouTube BeritaSatu pada Rabu (25/1/2023), Soleman menanggapi isu perselingkuhan yang masuk dalam materi muatan tuntutan jaksa.
Seperti yang diketahui, selama persidangan berlangsung Putri Candrawathi selalu mengaku bahwa dirinya mendapat tindak kekerasan seksual.
Namun dari kesimpulan jaksa, kekerasan seksual tersebut kemudian bergeser menjadi perselingkuhan.
Baca Juga: Tanggapan Putri Candrawathi Soal Perselingkuhan dengan Kuat Maruf dan Brigadir J : Saya Memaafkan..
“Nah justru itu dari pelecehan seksual yang merupakan skenario, yang sebenarnya itu tidak ada kan skenario, tiba-tiba muncul perselingkuhan menurut jaksa. Ada apa jaksa kok bisa jadi perselingkuhan? Kan itu pertanyaannya, mengapa? Eliezer juga, mengapa?” katanya.
Menurutnya, hal ini bisa saja mungkin terjadi karena ada kaitan dengan pernyataan dari Mahfud MD mengenai adanya gerakan bawah tanah Ferdy Sambo.
“Jadi ada mengapa-mengapa yang terjadi. Kalau mengapa-mengapa itu gambaran saya yang lurus-lurus kok tiba-tiba turun-turun, ini mengapa ada itu. Pengaruh apa? Nah kalau saya kaitkan dengan pernyataan Prof Mahfud, nah apakah akibat dari itu maka ini ada perubahan, nah kan bisa yes bisa no,” ucapnya.
“Patut diduga kan, tapi itu kan adalah fakta yang kita lihat saat ini bagaimana pelecehan seksual yang merupakan skenario, kalau skenario berarti itu tidak benar,” sambungnya.
Lebih jauh, Soleman pun menuturkan bahwa isu perselingkuhan seharusnya tidak muncul dalam muatan tuntutan jaksa.
“Lalu tiba-tiba menjadi perselingkuhan, kita kaget sendiri kok kenapa jadi perselingkuhan? Mengapa tiba-tiba kok jadi seperti itu? Jadi memang ada tanda tanya yang muncul . Seharusnya ini (perselingkuhan) kan tidak muncul,” tuturnya.***

Share this article
Latar belakang pembunuhan Brigadir J muali dari pemerkosaan jadi perselingkuhan buat mantan BAIS Soleman B. Ponto ungkap opininya