AYOJAKARTA.COM -- Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI mengumumkan peran strategis organisasi dalam mendukung proses pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2025.
"PGRI telah membentuk tim pendampingan khusus di setiap cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Tim ini bertugas memberikan bantuan teknis mulai dari proses pengecekan NRG hingga pemantauan pencairan TPG," katanya.
Pihaknya juga telah menyiapkan help desk 24 jam yang dapat diakses melalui platform digital PGRI untuk membantu para guru yang mengalami kendala dalam proses administrasi.
Baca Juga: Dirjen GTK Rilis 12 Langkah Wajib yang Harus Diketahui Guru untuk Pencairan TPG Tahun 2025
"Selain itu, PGRI menyediakan layanan konsultasi langsung dengan tim ahli yang siap membantu menyelesaikan berbagai permasalahan teknis," jelasnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat PGRI.
Melanjutkan program pendampingan, PGRI juga menyelenggarakan serangkaian pelatihan dan workshop untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap sistem pencairan TPG.
"Kami telah menyusun jadwal workshop daring dan luring yang akan dilaksanakan secara berkala di seluruh Indonesia," katanya.
Baca Juga: Kabar Gembira! Portal Info GTK Rilis NRG, Ini Panduan Lengkap Bagi Guru
Dia mengatakan, program ini mencakup pelatihan penggunaan portal Info GTK, panduan lengkap proses validasi data, hingga tips menghindari kendala administratif yang sering terjadi.
PGRI, lanjut dia, membentuk grup pendampingan di setiap wilayah yang dipimpin oleh tim ahli yang telah dilatih khusus untuk membantu para guru memahami setiap tahapan proses.
"Semua materi pelatihan dapat diakses secara gratis melalui platform digital PGRI," ungkap Prof. Unifah.
Sebagai bentuk komitmen dalam mengawal kepentingan guru, PGRI aktif melakukan koordinasi dengan Kemendikbudristek dan instansi terkait.
"Kami telah menjalin komunikasi intensif dengan pihak Kemendikbudristek untuk memastikan setiap kebijakan terkait TPG dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, PGRI juga membentuk tim monitoring yang bertugas mengawasi proses pencairan dan melaporkan setiap kendala yang ditemukan kepada pihak berwenang.
Pihaknya pun memastikan setiap guru mendapatkan haknya sesuai ketentuan yang berlaku.
"Jika ada keterlambatan atau masalah dalam proses pencairan, PGRI siap membantu menghubungkan guru dengan pihak terkait untuk mencari solusi terbaik," tegasnya sambil menunjukkan data pemantauan pencairan TPG tahun 2025.***

Share this article
PGRI mengumumkan peran strategis organisasi dalam mendukung proses pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) tahun 2025.