AYOJAKARTA.COM – Selain membutuhkan kemampuan akademik dan penalaran otentik, persyaratan lain yang diperlukan saat seleksi sekolah kedinasan adalah tes fisik.
Berbeda dengan SKD, tes fisik atau kesamaptaan yang berlaku di masing-masing instansi sekolah kedinasan memiliki komponen atau jenis tes berbeda.
Karena merupakan salah satu bentuk persyaratan, mengenali jenis-jenis tes fisik sebelum mendaftar ke sekolah kedinasan juga penting untuk dilakukan.
Dengan mengenali jenis-jenis tes fisik atau kesamaptaan yang menjadi salah satu persyaratan, setiap calon peserta dapat melakukan persiapan.
Berada di bawah naungan Badan Intelijen Negara atau BIN, sekolah kedinasan STIN mengharuskan calon taruna berlari selama 12 menit.
Selain lari, jenis tes fisik lainnya yang diterapkan di STIN antara lain push up, sit up, pull up atau chinning selama masing-masing satu menit.
Sebelum dinyatakan lulus, calon taruna STIN juga harus menjalani tes fisik lainnya yakni shuttle run sebanyak tiga kali putaran.
Berbeda dengan STIN, Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara atau PKN STAN tidak memasukkan pull up dalam daftar tes fisik.
Disamping lari 12 menit, calon taruna STAN diharuskan menjalani tes fisik berupa push up, sit up selama masing-masing satu menit dan shuttle run sebanyak tiga kali putaran.
Selain berlaku di STAN, metode tes fisik serupa juga diterapkan untuk sekolah kedinasan Kemenhub, Poltekim dan Poltekip.
Serupa dengan kedua sekolah kedinasan sebelumnya, Institut Pemerintah Dalam Negeri atau IPDN juga mengharuskan calon taruna berlari selama 12 menit.
Adapun jenis tes fisik lainnya yang harus diikuti sebelum bergabung di IPDN adalah push up, sit up, pull up masing-masing satu menit dan shuttle run tiga kali putaran.
Sekolah kedinasan yang berada dibawah naungan Badan Pusat Statistik atau Politeknik Statistik Sekolah Tinggi Ilmu Statistik, juga menerapkan tes kesamaptaan.
Jenis tes fisik yang harus diikuti setiap calon taruna antara lain lari selama 12 menit, push up, sit up, serta shuttle run.
Adapun durasi pelaksanaan dari masing-masing tes fisik yang perlu diikuti, akan ditentukan oleh panitia.
Sedangkan pelaksanaan tes fisik yang berlaku di Politeknik Sandi dan Siber Negara atau Poltek SSN antara lain lari 12 menit, push up, sit up dan pull up masing-masing satu menit.
Berbeda dengan daftar sekolah kedinasan sebelumnya, STMKG yang berada di bawah naungan BMKG hanya menerapkan satu jenis tes yakni cooper test.
Calon taruna peserta cooper test diharuskan untuk berlari secepatnya dengan jarak tempuh sejauh 2,4 kilometer.***

Share this article
Selain kemampuan akademik dan penalaran otentik, persyaratan lain yang diperlukan saat seleksi sekolah kedinasan adalah tes fisik.