BANDUNG, AYOJAKARTA.COM -- Aksi unjuk rasa mahasiswa dari berbagai kampus di depan gedung DPRD Jawa Barat berakhir ricuh, Rabu (7/10/2020) .
Tembakan gas air mata dan water canon pun diluncurkan petugas kepolisian guna menghalau massa di depan gedung DPRD.
AYO BACA : Ada Demo di Gedung DPR, Transjakarta Alihkan Beberapa Koridor dan Rute. Simak Jalurnya!
Penembakan gas air mata menjadi salah satu langkah petugas untuk menghalau demonstran yang turun ke jalan.
Biasanya demonstran sudah mempersiapkan diri dengan membawa odol atau pasta gigi untuk mengurangi pedihnya gas air mata. Apakah odol atau pasta gigi dapat mengurangi pedihnya gas air mata ?
AYO BACA : Tolak UU Cipta Kerja: Mahasiswa Kepung Pintu Istana Bogor
Jawabannya adalah tidak. Karena penggunaan odol sebenarnya tak bisa menghalau efek dari gas air mata. Bahkan, yang terjadi justru bisa sebaliknya. Mengolesi pasta gigi di area mata bisa menyebabkan efek samping, seperti iritasi bahkan kerusakan mata.
Menurut dr Wisnu Pramudito D Pusponegoro SpB, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, seperti dikutip salah satu media online, ternyata cara ini tidaklah tepat. Alasannya simpel, gas air mata bekerja ketika terhirup.
“Odol nggak ngaruh sebenarnya. Gas air mata bekerjanya karena terhirup, bukan kontak dengan mata. Efek gas air mata itu kan terhirup yang menyebabkan sekresi dari kelenjar air mata," jelasnya, dikutip dari Halodoc Kamis (8/10/2020).
Apabila sudah terlanjur terkena gas air mata alih-alih mengoleskan odol lebih baik segera menjauh dari kerumunan, kemudian segera membilah wajah dengan air yang mengalir.
Lakukan cara ini kira-kira selama 10 menit. Andaikan gejalanya masih menetap atau bahkan semakin parah, segeralah diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. (Aufa Ahmad Fadil)
AYO BACA : Tolak UU Cipta Kerja: Mahasiswa Kepung Pintu Istana Bogor
![[Ilustrasi] Penggunaan odol atau pasta gigi dioleskan di sekitar mata untuk mengurangi kepedihan akibat gas air mata. (Spoeksman.com)](https://cdn.ayojakarta.com/fill/1200:675/medias/2025/08/20/odol.jpg)
Share this article
Penembakan gas air mata menjadi salah satu langkah petugas untuk menghalau demonstran yang turun ke jalan.