AYO BACA : Update Covid-19 Kota Bogor 21 PDP Meninggal DuniaAYO BACA : Kepala Daerah Bandung Raya Sepakat Ajukan PSBB
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Karantina mandiri yang dilakukan masyarakat saat pandemi mempengaruhi kondisi psikologis manusia yang memiliki sifat dasar bersosialisasi. Informasi yang banjir mengenai virus corona yang beredan akan menambah rasa khawatir dan cemas dengan kondisi masa depan. Banyak yang butuh kepastian kapan pandemi ini akan berakhir.
Dosen Psikologi Universitas Islam Indonesia (UII), M Novaliant Filsuf Tasaufi membenarkan, isolasi cukup lama bisa mengakibatkan bertambahnya rasa cemas.
"Ketika menjumpai situasi-situasi yang sangat monoton, kita menjadi mudah jenuh dan ini seperti konsekuensi," kata Novaliant, Selasa (14/4/2020).
Dia menyebut, ketidakpastian sampai kapan pandemi ini akan berakhir membuat setiap orang merasa tertantang. Semua rentang usia dari anak-anak hingga orang dewasa berpotensi mengalami berbagai gangguan kesehatan mental.
Novaliant berpendapat, berdiam diri di rumah atau ruangan yang sempit dapat menimbulkan rasa stres. Jika rasa ini tidak segera ditangani akan berdampak pula kepada kesehatan fisik.
"Untuk itu, sangat penting bagi setiap individu untuk menjaga kesehatan. Tidak hanya menghindari sakit, tapi meningkatkan kesehatan mental," ujar Novaliant.
Dia mengatakan, pilar-pilar utama dalam menjaga kesehatan yakni mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan jangan abaikan aktivitas fisik. Novaliant menekankan, makanan memang harus bergizi karena bahan bakar tubuh.
Tidur cukup turut menjadi kekuatan penting dan aktivitas fisik menjadi obat agar terhindar dari kejenuhan. Dia menyarankan, agar menghindari kegiatan-kegiatan yang berulang setiap hari untuk mengusir rasa jenuh.
Cara untuk mengubah agar tidak monoton dengan melakukan perencanaan yang baik setiap hari dan memodifikasi kegiatannya. Ketika di rumah, lakukan aktivitas beragam seperti hobi, mengasah keterampilan, olah raga atau silaturahmi.
"Bisa memanfaatkan teknologi silaturahmi dengan kawan-kawan lama yang tidak ada kabar," kata Novaliant.
Saring Informasi
Selain itu, dia menekankan pentingnya pikiran positif untuk menjaga kesehatan mental. Pikiran positif dapat dimunculkan melalui beberapa cara seperti mengonsumsi informasi atau fakta dari media yang kredibel, bukan hoaks.
Kemudian, bisa mengisi hari meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan rajin beribadah. Membuat jadwal kegiatan harian yang dimodifikasi, mencari dukungan sosial melalui komunikasi dengan teman maupun keluarga yang jauh.
"Lakukan aktivitas yang disenangi seperti hobi dan olah raga, coba hal-hal baru untuk mengasah keterampilan," ujar Novaliant.
Novaliant turut memberi tips untuk kita ketika berhadapan dengan orang yang sedang cemas. Yaitu, usahakan diri kita untuk tidak ikut cemas karena bila ikut cemas dapat membuat orang itu semakin cemas, bahkan bisa depresi.
Lalu, lakukan edukasi tepat soal Covid-19, cara penyebaran dan pencegahan. Bila cemasnya sudah terlalu tinggi dan dirasa tidak sanggup ditangani, dia menyarankan agar menghubungi psikolog atau orang yang profesional.
Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp: 081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119.
Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119.
Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.
Video Cara Atasi Cemas saat Pandemi
<iframe width="100%" height="400" src="https://www.youtube.com/embed/eF7tM2INvf4" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
AYO BACA : Kini ODP Jadi Perhatian, Jumlahnya 139.137 Orang
Share this article
"Lakukan aktivitas yang disenangi seperti hobi dan olah raga, coba hal-hal baru untuk mengasah keterampilan," ujar Novaliant.