TEBET, AYOJAKARTA -- Tim bulu tangkis Indonesia gagal membawa pulang kembali Piala Sudirman 2021. Pupusnya mimpi itu terjadi setelah Indonesia dikalahkan Malaysia dengan skor tipis 2-3 di babak perempatfinal pada Jumat (1/10) lalu.
Kekalahan tersebut menjadi banyak perbincangan publik. Bahkan, banyak pendapat muncul kekalahan Indonesia karena kurangnya mental dan kondisi psikologis pemain yang dinilai buruk.
Psikolog tim bulu tangkis Indonesia Endro Wibowo pun angkat bicara. Dia mengatakan, saat ini Skuad Garuda sedang menjalani tahap pemulihan psikologis akibat kegagalan yang dirasakan.
Endro menuturkan, tim psikolog yang hadir sebagai pendukung, terus berupaya mendongkrak kembali semangat, motivasi, dan daya juang pemain-pemain Indonesia.
"Kondisi tim saat ini memang sedang dalam pemulihan dengan mengevaluasi kegagalan yang kemarin terjadi di Piala Sudirman. Ini agar tim lebih matang dan lebih siap lagi pada ajang perebutan Thomas dan Uber Cup pekan depan," sebut Endro dalam keterangan resmi yang diterima Ayojakarta, Senin 4 Oktober 2021.
Setelah kegagalan di perebutan Piala Sudirman, tim bulutangkis Indonesia akan melanjutkan perjuangan di ajang Piala Thomas-Uber di Denmark yang digelar pada 9-17 Oktober. Endro menegaskan pihaknya akan terus berupaya untuk menaikkan kembali spirit dan daya juang Greysia Polii cs., agar tampil optimal di Ceres Arena, Aarhus, pekan depan.
"Kami akan mengembalikan kepercayaan diri para pemain, karena pada dasarnya mereka adalah pemain hebat dan andalan Indonesia," sebut Endro.
Tim Thomas Indonesia yang menjadi unggulan pertama berada di grup A bersama Chinese Taipei, Aljazair, dan Thailand. Chinese Taipei dianggap bisa menjadi batu sandungan mengingat kekuatan materi pemainnya yang merata seperti tunggal putra Chou Tien Chen dan Wang Tzu Wei serta peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 sektor ganda putra Lee Yang/Wang Chi-Lin.
Sementara tim Uber Indonesia tergabung bersama Jepang, Jerman, dan Perancis. Keempat negara ini tergabung di grup A.

Share this article
Banyak pendapat muncul kekalahan Indonesia karena kurangnya mental dan kondisi psikologis pemain yang dinilai buruk.