TEBET, AYOJAKARTA -- Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 cabang olahraga bulu tangkis Anthony Sinisuka Ginting menceritakan rasanya bermain di event olahraga prestisius. Selain itu, Ginting juga bercerita bagaimana rasanya meraih medali olimpiade pertamanya.
Ginting berhasil menyumbangkan medali setelah mengalahkan Kevin Cordon asal Guatemala. Ginting menjadi pebulutangkis tunggal putra yang menyumbang medali Olimpiade setelah Taufik Hidayat (emas) dan Sony Dwi Kuncoro (perunggu) di Athena tahun 2004.
Catatan sejarah ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ginting. Dia merasakan medali perunggu miliknya sangat berarti, terlebih Olimpiade Tokyo 2020 menjadi debutnya di ajang empat tahunan itu.
"Semua atlet kan ingin berpartisipasi di Olimpiade, apalagi dapat medali tuh pasti dua tiga kali lipat senangnya. Dan ini sangat berarti untuk saya pribadi, keluarga, dan Indonesia," ujar Ginting dalam keterangannya lewat Tim Humas PP PBSI, Jumat 13 Agustus 2021.
Atlet jebolan PB SGS PLN Bandung itu membeberkan jika di pertandingan awal hingga delapan besar, dirinya merasa tidak terlalu tegang. Ginting baru merasa ketegangan di babak empat besar (semifinal) dan perebutan medali perunggu.
Mencoba untuk tidak memikirkan secara berlebihan, namun Ginting tetap merasakan tekanan di dua pertandingan tersebut. Hingga akhirnya dia mempercayai senior-seniornya bahwa olimpiade merupakan turnamen yang berbeda dengan penuh beban dan tekanan.
"Paling berasa di luar lapangannya. Seperti malam itu, saya tidak bisa tidur, gelisah, khawatir, sampai bangun paginya juga perasaannya masih tidak enak," paparnya.
Membawa pulang medali olimpiade membuat Ginting banyak belajar tentang bagaimana cara mengatur ekspetasi, bahwa seorang atlet yang bermain di pertandingan itu tidak boleh terlalu menggebu-gebu untuk menang.
Di satu sisi, para atlet juga tidak boleh terlalu pesimis dan santai dalam menghadapi pertandingan di olimpiade. Ginting mengatakan, dirinya belajar untuk lebih mengontrol diri baik di dalam maupun di luar lapangan.
"Lalu kemarin juga di sana memang tidak memikirkan hasil, fokusnya satu demi satu pertandingan dari hari pertama. Setelah masuk Athlete's Village itu saya tidak mau berpikir terlalu jauh. Hari ini ya hari, besok ya besok," pungkasnya.

Share this article
Mencoba untuk tidak memikirkan secara berlebihan, namun Ginting tetap merasakan tekanan di dua pertandingan tersebut.