TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Atlet bulu tangkis legendaris asal Indonesia, Hendra Setiawan berbicara mengenai lawan-lawannya di sepanjang karirnya menjadi pebulutangkis. Salah satu yang diungkapkan oleh Hendra yaitu mengenai kekalahan duetnya bersama Mohammad Ahsan saat berhadapan melawan rekan senegaranya, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Kevin/Marcus merupakan junior mereka di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Terhitung dari total jumlah pertemuan kedua pasangan, Hendra/Ahsan lebih banyak menerima kekalahan dari Kevin/Marcus.
AYO BACA : Media Amerika Bongkar Kelemahan Jojo dan Ginting
Hendra mengaku mempunyai rasa kesal kepada juniornya itu setiap kali harus mengakui keunggulan mereka. “Kesel ya pasti ada. Kalau gak kesel kan berarti pasrah,” ungkap Hendra dalam akun YouTube-nya, Hendra Setiawan, Minggu (24/8/2020).
“Maksudnya harus kesel. Berarti kalau kesel itu masih ada keinginan untuk menang di pertemuan berikutnya,” lanjutnya.
AYO BACA : Intip Pundi-pundi Dolar Kevin/Marcus dari Hasil Keringat di Lapangan
Kekalahan Hendra/Ahsan atas Kevin/Marcus memang sering terjadi, terutama saat berhadapan di partai puncak. Jika dilihat dari total jumlah pertemuan atau head-to-head, Hendra/Ahsan hanya menang dua kali saja dari 13 pertemuan dengan Kevin/Marcus. Sebaliknya, Kevin/Marcus menang sebanyak 11 kali dari 13 pertemuan dengan Hendra/Ahsan.
Kendati begitu, tahun lalu Hendra/Ahsan mampu memborong juara-juara prestisius di turnamen yang diselenggarakan oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Pasangan legendaris ini mampu naik ke podium tertinggi di turnamen Kejuaraan Dunia (WBC), All England Open, dan World Tour Finals.
Berkat gelar-gelar itu, Hendra/Ahsan mampu menduduki peringkat kedua dunia di sektor ganda putra. Keduanya mampu menempel dengan pemegang tahta peringkat 1 yaitu Kevin/Marcus.
AYO BACA : Musuh Bebuyutan Kevin/Marcus Siap Pecah Telur di Piala Thomas 2020

Share this article
Atlet bulu tangkis legendaris asal Indonesia, Hendra Setiawan berbicara mengenai lawan-lawannya di sepanjang karirnya menjadi pebulutangkis.