TEBET, AYOJAKARTA.COM – Olimpiade merupakan salah satu turnamen olahraga paling prestisius di dunia. Hampir seluruh cabang olahraga dimainkan di turnamen 4 tahunan itu, tidak terkecuali bulu tangkis.
Adanya pandemi Covid-19 membuat olimpiade yang seharusnya diselenggarakan tahun ini, ditunda tahun 2021 di Kota Tokyo, Jepang.
Para atlet bulu tangkis harus dapat menjaga dan memanfaatkan momentum itu untuk berlatih keras agar dapat membawa medali emas.
Sektor tunggal putra bulu tangkis menjadi salah satu yang dinanti oleh pecinta bulu tangkis. Tunggal putra saat ini diisi oleh pemain-pemain megabintang yang siap bertempur untuk memperebutkan emas olimpiade.
Indonesia menempatkan dua atlet kebanggaannya yang berhak berkompetisi di Olimpiade Tokyo 2021 di sektor tunggal putra. Mereka adalah Anthony Sinisuka Ginting dan Jonathan Christie.
Saat ini, Ginting berada di posisi ranking ke-6 dunia dan Jojo, panggilan tenar Jonathan, ada di peringkat ke-7 dunia.
Masuk ke peringkat 10 besar dunia tidak membuat Ginting dan Jojo memiliki jalan mulus. Mereka harus bersaing dengan mega bintang tunggal putra lain yang berada di atas mereka.
Salah satu yang terberat adalah Kento Momota asal Jepang yang saat ini berada di peringkat 1.
Salah satu media daring asal AS, badmintonbites.com, memfavoritkan Ginting dan Jojo untuk berdiri di podium teratas olimpiade tahun depan.
Tak tanggung-tanggung, bahkan Ginting masuk daftar favorit nomor 2 setelah Kento dan Jojo masuk daftar favorit nomor 4 setelah Victor Axelsen, tunggal putra asal Denmark.
Kendati demikian, badmintonbites.com membeberkan kelemahan Ginting dan Jojo yang bisa membuat batu sandungan mereka untuk memperebutkan emas olimpiade.
Badmintonbites.com menyebut Ginting sebagai seorang bintang yang sedang naik daun. Mereka menyebut performa dari Ginting patut diperhitungkan sejak 2018.
Serangan Eksplosif
Ginting dikenal karena serangan bolanya yang eksplosif dan kelincahannya yang cepat, yang dapat membuat penonton merasa terhibur dengan aksinya di lapangan.
Serangannya yang garang itu, membuat Ginting menjadi satu-satunya pemain tunggal putra yang secara konsisten bisa memaksa pemegang tahta ranking 1, Kento Momota, kehilangan keseimbangan.
Namun, mereka membeberkan kelemahan Ginting ketika dia berada di lapangan. Mereka menilai Ginting merupakan pemain yang terkadang kehilangan konsistensi dalam bermain.
Faktor inkonsistensi Ginting itu justru sering menjadi bumerang untuknya karena memberikan poin mudah untuk lawan. Selain itu, faktor ketahanan menjadi masalah lain bagi Ginting. Terlebih, jika dia bermain hingga tiga set atau rubber game.
Beralih ke Jonathan Christie. Media asing itu menyebut Jojo sebagai salah satu pemain yang lincah dan sering melakukan tembakan bola lepas. Di usianya yang baru 22 tahun, membuat Jojo memiliki gerakan kaki yang baik terhadap serangan lawan.
Mereka mengatakan Jojo adalah pemain sabar yang tidak terburu-buru untuk mematikan lawan. Dia memilih untuk memancing lawan, hingga akhirnya lawan melakukan pengembalian bola yang buruk, yang kemudian akan dieksekusi dengan baik oleh Jojo hingga menghasilkan poin.
Namun, kelemahan Jojo tidak jauh berbeda dengan rekan senegaranya. Jojo dinilai kerap bermasalah dengan konsistensinya, terlebih konsistensi terhadap kualitas pukulan bola.
Masalah lain adalah mengenai mental. Jojo dinilai masih mempunyai mental yang naik-turun dalam situasi bertanding di lapangan.

Share this article
Olimpiade merupakan salah satu turnamen olahraga paling prestisius di dunia. Hampir seluruh cabang olahraga dimainkan di turnamen 4 tahunan itu, tidak terkecuali bulu tangkis.