JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA -- Ajang balap mobil listrik Formula E yang akan dilaksanakan 6 Juni 2020 di kawasan Monas, Jakarta Pusat akan diikuti oleh 22 pembalap.
"Pembalapnya sudah fix ya. Sudah fix karena dari satu season ada 16 balapan. Satu musim itu ada 16 balapan dan (pembalap) ini sudah fix semuanya. Ada 11 tim artinya ada 22 pembalap. Ya, ada 22 pembalap," ungkap Vice Chairman Jakarta E Prix, Dian Fatwa, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).
Ia menuturkan, ajang ini akan menjadi catatan baik di masa depan Jakarta, bahwa provinsi ini telah secara khusus berupaya menanggalkan citra kota yang polusi udaranya sangat tinggi.
AYO BACA : Jadi Tuan Rumah Formula E 2020, Ini Pesan Anies untuk Warga Jakarta
“Nah, ini kita coba transformasikan dengan Formula E. Formula E ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk memulai melakukan apa yang sudah dilakukan oleh negara lainnya begitu,” ujar Dian.
Sementara itu, terkait sistem pembelian tiket, pihaknya masih membahas secara detail dan akan mengumumkan dalam waktu dekat.
"Sistem ticketing belum kita bahas secara detail. Mudah-mudahan in the next coming weeks bisa buka ke publik dan tentunya nanti banyak orang yang ingin datang," paparnya.
AYO BACA : Total Anggaran Formula E Capai Rp 1,6 Triliun, Ini Target Pemprov DKI Jakarta
Dian ke Balai Kota untuk menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kepada Anies dia menjelaskan bahwa ajang ini menekankan konsep sustainable event.
"Konsep dari sustainable event ini adalah mulai dari pengolahan sampah dan pelaksanaannya. Karena itu harus tidak mengganggu yang lain (lingkungan)," tuturnya.
Selanjutnya adalah menerapkan prinsip inklusif, bisa disaksikan semua kalangan atau seluruh warga Jakarta dari semua lapisan.
"All those who can buy the ticket. Itu yang pertama. Jadi mereka nanti akan ditempatkan di namanya emotion club, yang harganya cukup tinggi. Ada juga yang ditempatkan di grand stan yang harganya di bawah itu," terangnya.
Bahkan ada tempat khusus penonton dengan bujet rendah berkonsep tempat piknik di sekitar lokasi balapan.
"Lalu ada juga yang kelas-kelas kayak saya, jadi kita bisa karena budget saya segitu. Dan nanti bukan hanya itu, kita juga sediakan tempat piknik. Jadi semua orang melihat ramai-ramai. Jadi prinsip inklusif itu harus ada,” imbuh Dian.
AYO BACA : Tidak Penting, PSI Tolak Jakarta Formula E-Prix 2020

Share this article
Ajang ini akan menjadi catatan baik di masa depan Jakarta, bahwa provinsi ini telah secara khusus berupaya menanggalkan citra kota yang polusi udaranya sangat tinggi.