AYOJAKARTA.COM – Perjuangan Nursaka yang dikenal dengan julukan sebagai bocah lintas negara, kini tengah kembali menjadi perbincangan.
Nursaka menjadi perbincangan di jagat maya karena semangatnya yang pantang menyerah dalam menimba pelajaran di sekolah.
Untuk memenuhi dahaga pengetahuannya tersebut, setiap hari Nursaka meninggalkan tempat tinggalnya di Tebedu, Malaysia menuju Entikong, Indonesia.
Meski mengakui dirinya lelah harus melakukan rutinitasnya, namun Saka lebih memilih untuk tidak berhenti menyemangati dirinya sendiri.
Dalam sebuah wawancara di tahun-tahun namanya viral, Nusaka bahkan sempat berpesan kepada seluruh anak-anak di belahan bumi manapun.
“Saka berpesan, tidak ada alasan untuk tidak bersekolah, semangat!” pesan Saka, Warga Negara Indonesia yang kala itu masih berusia delapan tahun.
Baca Juga: 4 Fakta Ghisca Debora, Penipu Tiket Coldplay yang Raup Keuntungan Rp 15 Miliar
Mengawali rutinitas pagi hari dengan mandi dan mendirikan sholat di tanah Malaysia, Saka kecil selanjutnya bersiap untuk berangkat sekolah ke Indonesia.
Sambil menanti Oplet yang akan ditumpangi, kedua orang tua Saka yang bekerja sebagai buruh di Malaysia mempersiapkan semua dokumen imigrasi.
Dengan membonceng oplet dari halaman rumahnya di Malaysia, Saka kemudian diantar menuju ke Pos Lintas Batas Negara di Entikong.
Baca Juga: 20 Tahun Tak Diurus, Rumah Merah Lokasi Syuting Genta Buana Berubah Horor tapi Dalamnya Masih Rapih
Setibanya di PLBN Entikong, Saka yang sudah dikenal akrab oleh seluruh petugas imigrasi mulai menjalani pemeriksaan dokumen.
Menurut Valentino, salah seorang petugas Imigrasi Entikong, dokumen yang dipakai oleh Saka untuk melintasi perbatasan tercatat atas nama Ibunya,
“Pass Lintas Batas milik ibunya Saka, yang menjadi tanggungannya ada tiga orang, yaitu Saka dan kedua adiknya,” jelas Valentino.
Selain Pass Lintas Batas, Saka juga memiliki passport yang tercatat atas namanya sendiri sebagai dokumen bepergian ke seluruh penjuru dunia.
“Jadi untuk kesehariannya, Saka menggunakan PLB dan jika melakukan perjalanan melebihi sirion di Malaysia, Saka datang menggunakan passportnya,” imbuh Valentino.
Usai melewati PLBN Entikong, Saka melanjutkan perjalanan menuju ke sekolahnya di SDN 03 Sontas, Entikong yang berjarak lima kilometer.
Semangat Saka yang menyala bukan saja memotivasi anak-anak untuk giat bersekolah, tetapi juga membuat sejumlah orang memberi apresiasi, termasuk Presiden Jokowi.
Selain mengaku senang dengan hadiah sepeda pemberian Jokowi, Saka juga senang bisa membantu kedua orang tuanya mencari kaleng atau untuk menjaga adik-adiknya.
Lima tahun berjalan, Saka kecil yang sempat viral karena dianggap sebagian kalangan sebagai simbol nasionalisme anak-anak, masih belum banyak berubah.
Saat perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, Imigrasi Indonesia melibatkan Saka untuk berpartisipasi.
Perawakan badan Saka yang sudah jauh lebih besar, tampak masih dipenuhi semangat saat membawa bendera Indonesia untuk berkibar. ***

Share this article
Nursaka, bocah lintas negara, tetap semangat mengejar pendidikan. Dikenal hingga oleh Presiden, lihat seperti apa keadaannya sekarang.