AYOJAKARTA.COM - Di media sosial Twitter tengah viral mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar yang ramai menuai kontroversi.
Video tersebut menuai kontroversi lantaran membahas mengenai isu sensitif, yakni preferensi seksual.
Diunggah pertama kali oleh akun Twitter @lelakibugis, hingga berita ini dibuat, video tersebut telah ditonton sebanyak 188,2 ribu kali.
"Ditolak kampus karena mengaku non biner. Ada yah aturan kampus soal preferensi seksual? @hasanuddin_univ," ujar pemilik akun, dikutip Pikiran-Rakyat.com pada Sabtu, 20 Agustus 2022.
Dalam video tersebut, tampak seorang mahasiswa sedang diinterogasi di depan mahasiswa baru lain, pada saat Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).
Mahasiswa tersebut ditanyai dengan nada menyudutkan, oleh dua dosen. Dosen laki-laki dan perempuan itu tampak bersahutan memberondong si maba dengan pertanyaan.
Adapun pertanyaan tersebut menyasar orientasi seksual si maba, lantaran anak tersebut mengidentifikasi dirinya sebagai non-biner.
Non-biner, secara umum adalah orientasi seksual di mana seseorang menganggap dirinya bukanlah kelompok gender wanita maupun pria. Jenis ini lebih dikenal sebagai genderqueer atau non-biner.
Baca Juga: Bukan di Penjara, Ferdy Sambo Dikabarkan Ditahan di Hotel, Begini Fakta Sebenarnya!
Bapak dan ibu dosen yang menginterogasi terlihat tidak suka dengan pengakuan sang maba, yang secara biologis merupakan seorang lelaki.
“Di KTP-mu apa? Laki-laki kan? Di Kartu siswa apa, laki-laki atau perempuan? Laki-laki kan? Terus, kamu mau jadi perempuan atau jadi laki-laki,” tanya si Bapak Dosen.
“(Saya) tidak (memilih) keduanya. Ya tengah-tengah, makanya gender netral, Pak. Karena saya mengidentifikasi diri saya seperti itu, pak,” ujar mahasiswa baru.
“Halo panitia! Ambil ini, bawa ke sana, ambil tasmu, bawa ke sana, kita tidak terima laki-laki atau perempuan harus salah satunya, baru diterima,” ujar si bapak dosen kembali.
Proses interogasi yang viral di Twitter lantas menimbulkan beragam reaksi. Ada yang pro ada juga yang kontra.
Baca Juga: Link Nonton Streaming dan Download Anime Ao Ashi Episode Episode 19 Terjemahan Sub Indo
“Pemikiran manusia itu liar, perlu ada pembatasan untuk keliaran pikiran. Pembatasan itu bisa dari Norma hukum, dogma, atau ajaran agama, atau norma yang ada di masyarakat. Kalau dibiarkan liar. Kacau jadinya dengan dalih "open minded",” ujar @mulyadif16, yang pro pada dosen Unhas.
Meski tidak setuju dengan keyakinan mahasiswa itu, warganet yang kontra cenderung menyayangkan sikap para dosen Unhas.
“Masalah utama di sini adalah sikap dosen yang kasar dan arogan. Tidak boleh memperlakukan siswa seperti itu di depan umum hanya karena dia memiliki keyakinan yang berbeda pada sesuatu,” ujar @_adinuansah.
“Dosen harus menyadari bahwa mahasiswa datang ke perguruan tinggi karena dia ingin belajar. Dia membutuhkan bimbingan bukannya sikap yang kasar,” ujarnya lagi di cuitan berbeda.*** (Siti Aisah Nurhalida Musthafa/Pikiran Rakyat)

Share this article
Video tersebut menuai kontroversi lantaran membahas mengenai isu sensitif, yakni preferensi seksual seseorang yang merupakan mahasiswa baru.