KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sudah melakukan 27.901 tes PCR atau tes usap hingga Selasa (25/8/2020).
Rahmat menjelaskan, dari 27.901 tes tersebut ditemukan 2.000 spesimen yang positif. Hal itu didapat lantaran ada satu pasien positif yang bisa melakukan tes lima hingga enam kali.
\"Hasil PCR positif 2.000 karena ada pengulangan-pengulangan di dalamnya. Ini bukan karena pasiennya 2.000 tapi ada satu pasien bisa tes lima sampai enam kali,\" tutur Pepen, sapaan akrabnya, di Stadion Patriot Candrabraga, Kota Bekasi, Selasa (25/8/2020).
AYO BACA : 238 Pekerja LG Positif Kabupaten Bekasi Covid-19, Keluarga Karyawan Ikut Dilacak
Saat ini, lanjut Pepen, masih ada sisa alat PCR-kit sebanyak 9.470 kit, dan akan bertambah 7.000 kit pasokan dari Bandung. Pemkot Bekasi juga akan melakukan pengadaan PCR-kit sebanyak 10 ribu kit secara mandiri.
\"Jadi ada stok 26 ribu kit ditambah yang sudah dites berarti 50 ribu totalnya (stoknya),\" jelas politikus Partai Golkar itu.
Meski data yang diberikan adalah jumlah spesimen. Hanya saja, menurut Pepen, jumlah tes usap yang dilakukan Pemkot Bekasi sudah melewati batas ketentuan Organisasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 10 ribu per satu juta penduduk.
\"Itu sudah hampir tiga persen (dari total jumlah penduduk),\" tutur Pepen.

Share this article
"Hasil PCR positif 2.000 karena ada pengulangan-pengulangan di dalamnya. Ini bukan karena pasiennya 2.000 tapi ada satu pasien bisa tes lima sampai enam kali," tutur Pepen, sapaan akrabnya, di Stadion Patriot Candrabraga, Kota Bekasi, Selasa (25/8/2020).