BEKASI SELATAN, AYOJAKARTA.COM – Penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi belakangan jadi sorotan lantaran terjadi lonjakan kasus yang signifikan dalam sehari.
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bekasi sekaligus Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan bahwa peningkatan kasus tersebut didominasi oleh klaster keluarga.
AYO BACA : Persediaan Rapid Test di Bekasi Ada 60 Ribu Unit, Cukup hingga Desember
“Klaster keluarga ini kebanyakan karena mengunjungi keluarga satu sama lain. Seolah-olah pada saat tatanan baru menganggap tidak ada lagi virus, padahal virusnya masih ada,” kata pria yang akrab disapa Pepen itu saat dihubungi Ayobekasi.net, Jumat (21/8/2020).
Lantaran itu, dia pun meminta masyarakat untuk lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan yang berlaku seperti memakai masker dan menjaga jarak sosial. Pepen juga mengingatkan bahwa bahaya Covid-19 adalah nyata.
AYO BACA : Rasio Positif Covid-19 Kota Bekasi Capai 7,7%
“Ya kalau memang tidak ada kepentingan yang mendesak, sebaiknya tunda dulu main ke rumah saudara. Patuhi protokol kesehatan,” ujar dia.
Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bekasi per 16 Agustus 2020 tercatat sebanyak 155 kasus keluarga dengan jumlah jiwa keseluruhan mencapai 437 orang.
“Klaster keluarga Ini meningkat dan menjadi klaster tertinggi di Bekasi,” kata Pepen.
Peningkatan klaster keluarga, lanjut dia, berdampak pada 10 kecamatan dan 32 kelurahan di seluruh Kota Bekasi. Hal ini disebabkan adanya mobilitas tinggi di antara keluarga yang satu dengan yang lain.
AYO BACA : Meningkat Signifikan, Covid-19 Kota Bekasi Didominasi Klaster Keluarga

Share this article
Penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi belakangan jadi sorotan lantaran terjadi lonjakan kasus yang signifikan dalam sehari.