AYOJAKARTA.COM – “MAAF Pak. Tolong ya maskernya dipakai dengan benar. Jangan diturunkan ke dagu.”
Teguran halus itu disampaikan salah satu petugas di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta (Soetta) kepada seorang calon penumpang. Memang, sejak pandemi Covid-19, moda tranportasi termasuk penerbangan harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Pilihan itu harus diambil agar penyebaran virus Corona bisa ditekan.
Begitu juga ketika Ayojakarta memasuki area remote 13 atau konter maskapai Garuda Indonesia di bandara paling besar di Indonesia itu. Maskapai pelat merah ini sangat serius beradaptasi dengan kondisi pandemi. Protokol kesehatan Covid-19 diberlakukan dengan ketat termasuk kepada penumpang.
Pada Jumat, 13 November 2020, Ayojakarta berkesempatan terbang bersama maskapai bewarna ciri khas hijau toska ini. Sebenarnya, suasana adaptasi kebiasaan baru sudah terasa sejak perjalanan dimulai dari Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, ketika Ayojakarta menggunakan Kereta Api (KA) Bandara Railink tujuan Bandara Soetta, di Tangerang, Banten.
Tiba di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta, Ayojakarta melanjutkan perjalanan menuju bandara dengan menggunakan layanan shuttle bus gratis dengan titik pick up dan drop off point di Terminal 3 Gate 3 Keberangkatan.
Memasuki area konter maskapai Garuda Indonesia, Ayojakarta memulai serangkaian proses pengecekan surat hasil rapid test penumpang.
Awal memasuki area konter maskapai Garuda Indonesia, Ayojakarta memulai serangkaian proses pengecekan surat hasil rapid test yang berlaku untuk 14 hari ke depan. Para penumpang nampak mempersiapkan diri dengan membawa berlembar-lembar kopian surat hasil rapid test dan identitas diri. Petugas di sana juga mengharuskan para penumpang mengunduh aplikasi eHAC (Electronic Health Alert Card) sebagai kartu kewaspadaan bagi calon penumpang yang berada di wilayah terjangkit kasus Covid-19.
Ayojakarta mengamati beberapa penumpang tampak kerepotan dan belum mengetahui cara menggunakan aplikasi tersebut. Namun, para petugas di bandara menuntun dengan sabar terkait cara dan tahapan menggunakan serta mengisi identitas diri di aplikasi eHAC.
“Eh. ini bagaimana mengisinya? Menu apa yang harus saya gunakan?,” ujar salah seorang penumpang kepada petugas di bandara.
“Begini, mbak. Silakan klik account, lalu nanti klik menu pojok kanan atas ini. Lalu, mbak isi formulir identitas beserta informasi kedatangan dan tujuan wilayah, kemudian sebutkan jenis pesawat dan tempat duduk yang tertera pada tiket mba,” jawab petugas pelayanan di bandara tersebut.
Di sekitar area konter juga banyak disediakan hand sanitizer dan wastafel untuk cuci tangan. Pembatasan tempat duduk pun diterapkan di sana.
Setelah itu, Ayojakarta mulai masuk kabin pesawat Garuda Indonesia tipe Airbus A330 dengan nomor penerbangan GA0423 tujuan Denpasar, Bali. Pramugari dan pramugara menyambut dengan ramah. Tetap dengan menjalankan ketentuan jaga jarak.
Suasana berbeda dibandingkan dengan masa sebelum pandemi C0vid-19 jelas terasa. Para awak kabin Garuda mengenakan alat pelindung diri (APD). Mulai dari masker hingga sarung tangan bening. Perlengkapan tersebut digunakan saat membereskan barang bawaan penumpang dan menutup bagasi barang di dalam kabin pesawat.
“Perlengkapan APD yang dikenakan para awak kabin untuk memberikan rasa aman dan nyaman saat berinteraksi dengan penumpang,” ujar Marketing Communication Garuda Indonesia, Teguh Iman Budiyatno, saat ditemui Ayojakarta, Jumat (13 November 2020).
Selain APD yang dikenakan para awak kabin, pesawat Garuda Indonesia dilengkapi Hepa Filter yang berfungsi untuk menyaring partikel kecil virus dan bakteri. Alat itu bisa bekerja sampai ukuran antara 0,1 hingga 0,3 mikron dengan efisiensi hingga 99,995%.
“Hal itu agar udara di dalam kabin selalu mengalir ke luar dan ke dalam saat terbang, karena udara terus diperbaharui setiap 2 hingga 3 menit dengan sistem tersebut,” kata Teguh.
Garuda Indonesia juga membatasi kapasitas penumpang pesawat sebanyak 50% sampai dengan 70% selama pandemi Covid-19. Tujuannya tentu untuk menciptakan jarak antarpenumpang. Untuk deretan dengan dua kursi dikosongkan satu. Untuk deretan bangku tiga kursi, bangku tengahnya yang tidak diisi.
“Lalu, inflight meal kami pada masa pandemi, saat ini sudah all-wrapped, terbungkus rapih sebelum sampai ke penumpang,” ucapnya.
Pengumuman di dalam kabin pun kali ini terdengar berbeda. Tak hanya seputar penggunaan sabuk pengaman dan tata cara safety saat di dalam pesawat. Maklumat yang disampaikan menyelipkan imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19.
Seorang penumpang bernama Dinda, 24 tahun, merasa tidak terganggu oleh serangkaian adaptasi baru Garuda Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Ia justru merasa dengan adanya aturan protokol kesehatan, dirinya lebih terbiasa dengan kebiasaan sehat yang disiplin.
“Biasa saja, justru lebih sadar kebiasaan yang sehat dan sering disepelekan. Sisi baik lainnya dari adaptasi baru Garuda ini, tempat duduk jadi lebih nyaman dan leluasa karena satu kursi dikosongin tiap baris. Jadi, nggak terlalu penuh,” ujar Dinda kepada Ayojakarta saat berada di dalam kabin pesawat.
Hal berbeda lainnya ialah pengumuman di dalam kabin tak hanya seputar penggunaan sabuk pengaman dan tata cara safety saat naik pesawat. Pengumuman di dalam kabin pesawat, kali ini diselipkan imbauan untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.
Saat ini, penerbangan domestik menjadi penolong kinerja sektor pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Para pelaku industri pariwisata terus berbenah dengan menyiapkan penerapan protokol kesehatan baik pada objek wisata, hotel maupun restoran sehingga tumbuh kepercayaan di kalangan wisatawan akan penerapan protokol kesehatan di wilayah tujuan wisata, salah satunya Bali.
Oleh karena itu, Garuda Indonesia bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI terus mengupayakan layanan penerbangan aman agar masyarakat bisa kembali berwisata menikmati #WonderfulIndonesia ke tujuan wilayah Indonesia lainnya. Masyarakat dapat membaca lebih lanjut terkait ketentuan #TerbangAman bersama Garuda Indonesia di https://www.indonesia.travel/id/id/i-do-care-covid19.
Nah, bagi masyarakat yang ingin terbang ke wilayah lain di Indonesia, Garuda Indonesia dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI memberikan pesan agar tetap wajib mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Hal ini guna menghindari penyebaran Covid-19 kian meluas, khususnya ketika sedang melakukan perjalanan dengan tujuan ke tempat umum atau publik.

Share this article
Dukung Pariwisata Domestik, Garuda Serius Adaptasi Protokol Kesehatan Covid-19