TEBET, AYOJAKARTA.COM – Pandemi Covid-19 membuat perekonomian dunia terjerembab ke titik nadir. Boleh dibilang tidak satupun negara yang terbebas dari dampak akibat wabah tersebut. Menurut catatan worldometers.info, sudah lebih dari 13,2 juta orang yang terpapar virus Corona di penjuru Bumi.
Menteri Perdagangan pada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gita Wirjawan, menyebut hampir semua negara mengalami kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang mulai merebak sejak Desember 2019.
“Hampir semua negara kontraksi ekonomi. Betul. Tp persoalannya brp dalam & lama. Di Indonesia, karena ekonomi bertumpu pada konsumsi domestik, dongkraknya ada di data/distribusi bansos. Bila diremehkan/tdk segera diperbaiki, risiko kontraksi makin lama (permanent impairment).”
Pandangan Gita itu disampaikan lewat cuitan di akun Twitter pribadinya, @GWirjawan, pada Rabu 15 Juli 2020. Sebelumnya pendiri Ancora Group dan Ancora Foundation, melansir kutipan artikel yang menyebutkan perekonomian Singapura yang memasuki jurang resesi. Selama quarter kedua 2020, perekonomi Negeri Singa itu anjlok -12,6% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
“- PDB Q2 lbh buruk dari perkiraan (-12,6% YoY) - Sektor konstruksi paling terdampak - pemulihan lapangan pekerjaan bisa memakan 2-4 thn - jd gambaran seberapa dalam resesi yg mungkin dihadapi ekonomi Asia lain. #signofthetimes. Demikian komentar Gita terhadap artikel terkait dengan perekonomian Singapura.
Kicauan Gita tersebut mendapatkan tanggapan dari akun @rizkireynaldi. “Tapi sepertinya market sudah "price in" dan tidak kaget lagi dengan rilis data ekonomi yang sifatnya backward looking.”
Dalam balasan atas tanggapan tersebut, Gita memandang bahwa sikap optimistik memang diperlukan. “They have good reasons to be optimistic.. But stock market ≠ real economy. Some stimulus just didn’t go where it's needed most.”

Share this article
Pandemi Covid-19 membuat perekonomian dunia terjerembab ke titik nadir. Boleh dibilang tidak satupun negara yang terbebas dari dampak akibat wabah tersebut. Menurut catatan worldometers.info, sudah lebih dari 13,2 juta orang yang terpapar virus Corona di penjuru Bumi.