JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Saat pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 melanda di Tiongkok, pasar otomotif dunia terpengaruh. Masa lockdown yang diberlakukan Tiongkok memengaruhi aktivitas produksi serta apenjualan mobil di seluruh dunia.
AYO BACA : Mercedes-Benz Usung Dua Fitur Baru di GIICOMVEC 2020
Kini, setelah status lockdown di kota otomotif Wuhan, Tiongkok, dibuka kembali, denyut nadi otomotif di seluruh dunia yang berpusat di Wuhan pun berangsur normal. Salah satunya dilakukan oleh Daimler, induk dari Mercedes-Benz yang mulai tancap gas untuk penjualan mobil.
AYO BACA : Manjakan Pelanggan, Mercedes Benz Resmikan Dealer Termegah di Jakarta
Dikutip dari Suara.com, Daimler memberikan pernyataan bahwa bisnis otomotif perusahaannya di Negeri Tirai Bambu mulai kembali ke kondisi normal.
"Di China, kami mulai lagi menjual, sekitar 50 ribu unit kendaraan pada bulan Maret. Hal ini membuat kami percaya diri," papar Markus Schaefer, anggota dewan produksi Daimler kepada surat kabar Bild am Sonntag yang dikutip dari Reuters, pekan lalu (26/4/2020).
Di pasar global, Mercedes-Benz berhasil mengirimkan sekitar 477.400 unit mobil untuk periode Januari dan Maret 2020. Sedangkan tahun lalu, sebanyak 694.200 unit mobil Daimler dijual di Tiongkok dengan pangsa pasar 29 persen dari total penjualan mereka.
Mulai awal pekan ini, pabrik Daimler di Jerman sudah beroperasi lagi. Dan dua pabrik mereka, di Sindelfingen dan Bremen akan memulai produksi Mercedes-Benz E-Class dan S-Class. Dan sebagai catatan, Tiongkok adalah pasar terbesar untuk tipe S-Class yang diproduksi di Sindelfingen.
AYO BACA : Dampak Corona, Begini Cara Bentley dan McLaren Memenuhi Komponen ke Konsumen

Share this article
Daimler, induk dari Mercedes-Benz yang mulai tancap gas untuk penjualan mobil.