JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Wabah COVID-19 berdampak besar kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), khususnya di DKI Jakarta yang jadi episentrum pagebluk tersebut.
Dialami oleh Andre (36), pemilik bisnis bordir yang beroperasi di Pasar Tanah Abang Blok B, Jakarta Pusat. Ia akui bisnis yang telah ia geluti selama beberapa tahun tersebut mendadak sepi order sejak virus corona merajalela di Indonesia.
"Awalnya enggak nyangka bakal sampai seperti ini, tapi mendadak orderan jadi sepi, teman-teman juga merasakan dampaknya," aku Andre kepada Ayojakarta, Selasa (7/4/2020).
Andre menambahkan, dalam sebulan bisnisnya biasa meraup omzet hingga Rp30 juta. Namun, di masa krisis kesehatan global ini, penghasilan bisnisnya turun hingga 70 persen.
"Luar biasa penuh kesabaran, sangat mempengaruhi perekonomian saya. Turun hingga 70 persen, itu pun didapat dari order tunda sebelum corona," katanya.
Andre juga mengaku harus merumahkan sejumlah karyawannya demi keberlangsungan usaha bordirnya di tengah situasi susah ini.
"Mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus merumahkan karyawan saya. Kalau dipaksakan bisa gulung tikar," tutur Andre.
Andre berharap wabah virus corona dapat segera berlalu agar para pelaku usaha seperti dirinya dapat kembali menikmati penghasilan normal.
"Sangat berharap situasi kembali normal, apalagi sebentar lagi puasa, Lebaran, momen yang sangat kami tunggu-tunggu," harapnya.
Selain itu, Andre juga meminta pemerintah dapat membantu meringankan beban para pelaku UMKM dalam krisis multidimensi ini.
"Saya minta bantuan pemerintah kepada kami pengusaha kecil, jangan sampai teman-teman gulung tikar," tutupnya.

Share this article
Dalam sebulan bisnisnya dapat meraup omzet hingga Rp 30 juta. Namun, di masa krisis kesehatan global ini, penghasilan bisnisnya yang beroperasi di Pasar Tanah Abang Blok B turun hingga 70 persen.