Dilema Cukai Rokok 2026, Mengapa Produsen Legal Merasa Dikorbankan oleh Layer Baru Menkeu?

Ilustrasi Rokok Ilegal. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Ilustrasi Rokok Ilegal. (Sumber: Unsplash/Mufid Majnun)
Poin Penting
  • Skema layer baru cukai 2026 untuk akomodasi rokok ilegal dinilai tidak adil dan jadi amnesti kriminal fiskal.

  • Legalisasi rokok ilegal berisiko menggerus kas negara, berpotensi pangkas penerimaan CHT hingga Rp150 triliun.

  • Industri legal kian rontok akibat tarif jomplang dan aturan ketat, mengancam nasib 6 juta tenaga kerja IHT.

AYOJAKARTA.COM - Industri hasil tembakau (IHT) Indonesia saat ini tengah berada di persimpangan jalan yang krusial.

Rencana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk memperkenalkan layer baru dalam struktur cukai tahun 2026 guna mengakomodasi rokok ilegal telah memicu gelombang protes dan kontroversi.

Bagi produsen legal yang selama ini berkomitmen "bermain di jalan lurus" dengan mematuhi segala regulasi, kebijakan ini dirasakan sebagai sebuah ironi yang menyakitkan.

Selama bertahun-tahun, pabrikan rokok legal telah menunjukkan kepatuhannya dengan membayar cukai yang porsinya sangat besar, yakni mencapai 50-80% dari harga jual.

Namun, rencana Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk menciptakan layer khusus bagi rokok ilegal agar masuk ke bisnis legal dinilai sebagai bentuk pengampunan atau amnesti bagi para "kriminal fiskal".

Kebijakan ini dianggap memberikan "karpet merah" bagi mereka yang sebelumnya menghindari pajak, sementara industri legal justru dibiarkan berjuang sendirian di tengah tekanan ekonomi.

Piter Abdullah dari Prasasti Center for Policy Studies menyatakan bahwa langkah ini menciptakan ketidakadilan karena adanya tarif cukai yang sangat "jomplang" antara pemain lama yang patuh dengan layer baru tersebut.

Ancaman Terhadap Basis Penerimaan Negara

Alih-alih menutup kebocoran fiskal, legalisasi rokok ilegal justru berisiko menggerus basis penerimaan negara.

Prediksi menunjukkan bahwa jika produk hasil legalisasi ini mengambil alih pangsa pasar, kontribusi industri tembakau yang mencapai Rp300 triliun pada 2025 bisa merosot tajam hingga menjadi Rp150 triliun saja.

Kekhawatiran ini diperkuat oleh data yang menunjukkan bahwa produksi rokok nasional terus mengalami penurunan, dari tahun-tahun sebelumnya menjadi hanya 307,8 miliar batang pada 2025.

Di saat yang sama, prevalensi rokok ilegal justru melonjak drastis dari 6,9% di tahun 2023 menjadi 13,9% pada 2025.

Industri Legal di Ambang Keruntuhan

Selain tekanan dari rokok ilegal, industri legal juga dihantam oleh rencana regulasi ketat lainnya, seperti pembatasan kadar tar maksimal 10 mg dan nikotin 1 mg.

Aturan ini diprediksi akan semakin menyulitkan produk legal dan mengancam nasib 6 juta tenaga kerja, termasuk petani tembakau lokal yang produknya sulit memenuhi standar ketat tersebut.

Jika pemerintah tetap memaksakan pembentukan layer baru tanpa penguatan penegakan hukum yang tegas, industri legal dikhawatirkan akan terus rontok.

Padahal, keberpihakan pada produsen yang taat hukum adalah kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan keadilan bagi mereka yang selama ini telah berkontribusi besar bagi kas negara.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# legal
# cukai
# rokok

Berita Terkait

News Update

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).