AYO BACA : Pembatasan Layanan Transjakarta Masih BerlakuAYO BACA : Khawatir Bawa Corona, Warga Bantul Tolak Kedatangan Keluarga Mudik dari Bandung
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Hampir sebulan lebih kondisi pergerakan harga minyak dunia terus meringsek karena dihantam virus corona. Jelang akhir pekan pad awal April, pergerakan harga menunjukkan sentimen positif naik hingga 10%.
Rebound atau kenaikan ini terbilang tinggi karena harga minyak dunia sudah turun lebih dari 50% dari awal tahun.
Mengutip Reuters, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei 2020 naik 2,05 dolar AS atau sekitar 10,09%, menjadi 22,36 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sedangkan harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni 2020 meningkat 2,66 dolar atau sekitar 10,75%, menjadi 27,40 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Harga minyak dunia naik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Arab Saudi dan Rusia akan mencapai kesepakatan harga produksi minyak mentah dalam waktu dekat. Trump telah berbicara dengan pemimpin kedua negara tersebut terkait pembatasan produksi yang diharapkan dapat mendongkrak harga minyak dunia.
Trump pada Jumat (3/4/2020) akan bertemu dengan para CEO perusahaan minyak AS untuk membahas tentang penetapan tarif terhadap minyak yang diimpor dari Saudi.
Harga minyak terpuruk sejak awal Maret lalu akibat kegagalan tercapainya kesepakatan pemangkasan produksi oleh Saudi dan Rusia.
Harga minyak juga tertekan turunnya permintaan seiring berlangsungnya lockdown di berbagai belahan dunia dalam upaya menghambat laju penyebaran virus Corona (COVID-19).
AYO BACA : Manfaatkan Situasi Corona, Bukalapak Tutup Ribuan Akun Pelapak
Share this article
Rebound atau kenaikan ini terbilang tinggi karena harga minyak dunia sudah turun lebih dari 50% dari awal tahun.