JAKARTA, AOJAKARTA.COM -- Saat ini skuter matik alias skutik menjadi pilihan favorit para pengendaraan motor di Indonesia. Hal itu membuat keberadaan motor bebek semakin tergeser. Tercatat, motor bebek hanya menyumbang 6% dari seluruh penjualan sepeda motor di Tanah Air. Bahkan tak ada satupun Agen Pemegang Merek (APM) yang meluncurkan produk baru untuk motor bebek di tahun 2019
Public Relation Manager PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, Antonius Widiantoro mengatakan, walaupun sepeda motor saat ini didominasi skutik, namun permintaan motor bebek masih terus ada.
"Bebek masih ada demand. Di luar Jawa permintaan masih cukup tinggi," ujar Antonius Widiantoro, di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, seperti dikutip dari Suara.com (29/2/2020).
Ia menambahkan, permintaan itu sebenarnya sesuatu yang diciptakan. Jadi Yamaha sejauh ini tidak khawatir untuk terus berjualan motor bebek. Lebih lanjut, Anton Widiantoro mencontohkan, pasar skuter matik pada awal kemunculannya di 2002 sebenarnya juga tidak bagus. Jadi mereka ciptakan demand itu hingga pasarnya ikut berkembang.
"Motor bebek itu masih banyak dipakai di area yang jalurnya kurang bagus seperti di kota. Instansi pemerintah di daerah juga masih banyak yang pakai untuk operasional," terang Anton Widiantoro.
Anton menegaskan, bahwa selama masih ada peminatnya, ia meyakini usia bebek di pasar otomotif Indonesia masih cukup panjang. Meskipun secara penjualan sebenarnya tidak lagi terlalu menguntungkan.

Share this article
Saat ini skuter matik alias skutik menjadi pilihan favorit para pengendaraan motor di Indonesia. Hal itu membuat keberadaan motor bebek semakin tergeser.