JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Penghentian massal produksi otomotif di Kota Wuhan, Tiongkok, akibat wabah virus korona atau COVID-19, tidak berdampak berarti dengan produktivitas dna penjualan mobil merek Wuling di Indonesia.
Ivan Pudya Sumanta, Manager Marketing Kumala Group menyatakan produksi ataupun penjualan mobil Wuling di Indonesia, khususnya di Wilayah Sulawesi dan Maluku tidak terdampak oleh adanya COVID-19.
AYO BACA : Virus Korona Tak Mengganggu Suplai Produksi Komponen Honda di Indonesia
Ivan Pudya Sumanta menyatakan, walau Wuling adalah produk otomotif Tiongkok, namun tidak perlu dikhawatirkan, karena di Indonesia mereka memiliki pabrik tersendiri di Cikarang.
"Wuling sudah ada pabriknya di Indonesia, spare part atau suku cadang juga dibuat di Indonesia, sehingga tidak ada kendala suplai dari Tiongkok," tandasnya.
AYO BACA : Event Facebook Batal Karena COVID-19
Karena itu, ia melanjutkan, tidak ada alasan untuk khawatir dengan produk merk Tiongkok yang dikaitkan dengan Wuhan Coronavirus, karena semua suku cadang dan pabriknya ada di Indonesia. Serta terbukti, dari penjualan produk Wuling di wilayah Sulawesi, Maluku dan Bali animo masyarkat masih cukup tinggi pada dua bulan pertama 2020.
Ivan berbagi informasi bahwa pertumbuhan penjualan hampir dua bulan ini masih kurang lebih sama dengan kondisi awal 2019, atau tumbuh sekitar lima persen. Sementara kontribusi pasarnya atau market share Wuling meningkat hampir dua persen.
AYO BACA : Simpan Fitur Google Ini untuk Selamatkan Aplikasi di Smartphone

Share this article
Produksi ataupun penjualan mobil Wuling di Indonesia, khususnya di Wilayah Sulawesi dan Maluku tidak terdampak oleh adanya COVID-19.