AYOJAKARTA.COM – Kasus Covid-19 kembali merebak luas di sejumlah negara, salah satunya Indonesia yang belakangan ini mengalami kenaikan.
Terlebih baru-baru ini terdapat varian terbaru Covid-19 yang disebut dengan EG.5 atau Eris.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmidzi mengatakan semua provinsi masih melaporkan adanya kasus positif Covid-19 meski pemerintah telah mencabut pandemi.
Siti menyampaikan dalam 3 minggu terakhir terjadi kenaikan kasus positif yang meningkat, khususnya dari Jawa dan Bali.
Ia mengungkapkan biasanya hanya ditemukan 10-20 kasus positif perminggu, akan tetapi kini naik menjadi 30-50 kasus perminggu.
“Yang tadinya kita hanya menemukan 10 sampai 20 kasus perminggu menjadi 30 sampai 50 kasus per minggu, tapi ini kenaikannya tentu sifatnya gradually ya.Dari sejumlah kenaikan tersebut yang paling tinggi ataupun yang berkontribusi adalah Jawa dan Bali sekitar 60 persen,” katanya dikutip dari kanal YouTube Tv One News, Rabu, 13 Desember 2023.
Baca Juga: Covid-19 Kembali Mencuat Menjelang Nataru, Kemenkes Minta Masyarakat Lengkapi Vaksin
Siti kemudian menjelaskan Covid varian seperti EG.2 dan EG.5 sudah ada di Indonesia sejak akhir September, akan tetapi yang masih mendominasi adalah varian XBB 1.5.
“Kalau kita lihat minggu lalu itu XBB 1.5 hampir 50 persen. Tapi minggu sebelumnya itu ada sekitar 7 subvarian dari omicron mulai dari EG.5, EG.2, XBB 1.5, kemudian kita juga masih mendeteksi adanya BQ.1 dan sebagainya,” jelasnya.
“Tapi artinya varian-varian yang kita ketahui misalnya EG2 atau EG5 yang dikatakan sekarang menjadi varian yang sedang naik, yang tadinya under monitoring sekarang menjadi variant of interest dikarenakan memang kecepatan penularannya,” sambungnya.
Baca Juga: Apa Itu Cadaver? Penemuan 5 Mayat di Unpri Medan Bikin Geger, Ternyata Bertujuan untuk Hal Ini
Lebih lanjut, Siti menuturkan varian Covid yang ada saat ini masih satu famili dari varian omicron.
Pola dari omicron adalah kecepatan penularannya akan tetapi fatalitasnya yang rendah.
“Nah jadi varian-varian ini sebenarnya masih satu keluarga dengan omicron. Jadi kita belum punya varian baru, ini adalah sub variant dari omicron. Pola dari omicron adalah kecepatan dari penularannya, tapi fatalitasnya sangat rendah,” tutupnya.
Share this article
asus Covid-19 kembali merebak luas di sejumlah negara, salah satunya Indonesia yang belakangan ini mengalami kenaikan.