AYOJAKARTA.COM -- Menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, pergerakan masyarakat di wilayah megapolitan dan sekitarnya diprediksi akan mengalami lonjakan yang sangat masif.
Guna mengantisipasi tingginya mobilitas warga serta kebutuhan memasak yang meningkat tajam, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) bergerak cepat.
Perusahaan pelat merah ini memastikan kesiapan seluruh lini operasional sekaligus memberikan garansi keamanan terhadap ketersediaan pasokan energi di tiga provinsi strategis, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Pertamina Patra Niaga Regional JBB menginstruksikan seluruh jaringan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Agen, hingga Pangkalan LPG resmi untuk beroperasi secara maksimal.
Sistem pemantauan terpadu juga telah disiagakan agar proses distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) dapat mengalir ke tangan konsumen tanpa hambatan teknis di lapangan.
Manajemen Pertamina Patra Niaga Regional JBB menyadari bahwa stabilitas pasokan di wilayah hilir sangat bergantung pada kekuatan cadangan di sektor hulu.
Oleh karena itu, penguatan pasokan melalui metode build up stock atau penebalan cadangan volume bahan bakar di seluruh terminal bahan bakar minyak (TBBM) dan depot LPG menjadi prioritas utama.
Langkah ini diperkuat dengan peninjauan langsung secara berkala ke lokasi-lokasi krusial guna memeriksa keandalan sarana dan fasilitas (sarfas) penyaluran.
Otoritas Pertamina Patra Niaga Regional JBB berkomitmen untuk terus mengawal pergerakan angka konsumsi harian masyarakat secara ketat melalui sistem pemantauan digital.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, menegaskan kesiapan jajarannya dalam menghadapi fluktuasi pasar demi memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang merayakan lebaran kurban.
"Kami mengantisipasi kenaikan permintaan dengan terus mengawasi pergerakan konsumsi secara langsung dan merumuskan perkiraan kebutuhan warga. Pihak kami memiliki kesiapan penuh untuk mempertebal distribusi BBM dan LPG jika kondisi di lapangan membutuhkannya, sedangkan untuk komoditas bersubsidi serta produk penugasan akan tetap kami salurkan berdasarkan regulasi kuota yang telah diputuskan oleh Pemerintah," papar Satria.
Berdasarkan analisis data historis dan tren pergerakan masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional JBB menetapkan masa krusial pengawasan ketat pada periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026.
Selama rentang waktu satu minggu tersebut, grafik konsumsi energi diproyeksikan merangkak naik secara signifikan akibat gabungan momen sakral Iduladha dan akhir pekan yang panjang (long weekend).
Tim analis Pertamina JBB merinci estimasi lonjakan permintaan energi masyarakat dibandingkan dengan rata-rata konsumsi harian dalam kondisi normal.
Konsumsi produk Gasoline (Pertalite, Pertamax, Pertamax Green dan Pertamax Turbo) diperkirakan naik sebesar 2,81% dan Gasoil (Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex) meningkat 1,64% dibandingkan kondisi normal. Sementara itu, konsumsi LPG juga diprediksi mengalami kenaikan sebesar 3,86%.
Meskipun angka permintaan pasar merangkak naik di seluruh lini produk, manajemen Pertamina Patra Niaga Regional JBB mengimbau masyarakat untuk tidak panik.
Kondisi ketahanan stok energi di seluruh area operasional JBB berada dalam level yang sangat aman, tangguh, dan lebih dari cukup untuk melayani seluruh kebutuhan warga.
Penyaluran energi yang adil dan merata membutuhkan sistem pengawasan yang komprehensif. Demi mencegah terjadinya praktik penimbunan, pengoplosan, atau salah sasaran dalam distribusi bahan bakar bersubsidi, Pertamina Patra Niaga Regional JBB memperketat barisan pertahanan.
Perusahaan memperkuat tali koordinasi dan sinergi operasional bersama jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) setempat.
Langkah pengawasan bersama ini melibatkan inspeksi mendadak (sidak) berkala ke pangkalan-pangkalan gas dan SPBU strategis.
Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa setiap liter Pertalite dan Biosolar, serta setiap tabung LPG 3 Kilogram (hijau melon) benar-benar jatuh ke tangan kelompok masyarakat yang berhak, seperti masyarakat prasejahtera dan pelaku usaha mikro.
Apabila warga DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan produk atau ingin melaporkan kendala seputar BBM dan LPG, dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135 atau melalui [email protected].
Share this article
Pertamina Patra Niaga Regional JBB jamin pasokan BBM dan LPG aman di Jakarta, Jabar, dan Banten menjelang Iduladha 1447 H. Stok melimpah walau konsumsi diprediksi naik!