AYOJAKARTA.COM-- Corak flora dan fauna endemik Borneo menjadi salah satu ciri khas motif kain mereka. Ukiran tradisional juga menjadi penanda kain khas asal Kalimantan Utara (Kaltara) itu. Tidak sekedar batik biasa, karya ini juga tampil lebih modern dengan ukiran yang bernuansa pop dengan warna yang lebih beragam dan ceria.
Inilah Batik Kalimantan Utara karya Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik). Batik yang mengusung konsep "Batik Pekerjaan karena Hati" ini merupakan binaan PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field.
Kali ini mereka berkesempatan hadir dalam rangkaian kegiatan Road to Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 10 Juli 2026.

Batik Kubedistik dipamerkan di hadapan sejumlah tokoh nasional, antara lain Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, Wakil Ketua Harian II Dekranas Sri Suparni Bahlil, Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas Metty Herindra, serta jajaran pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di sektor energi.
Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah mengatakan bahwa partisipasi Perusahaan dalam forum nasional tersebut merupakan wujud komitmen untuk menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus memperkenalkan potensi daerah ke khalayak lebih luas.
"Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari produk yang dihasilkan, tetapi juga dari dampak yang dirasakan masyarakat. Melalui forum nasional ini, kami ingin menunjukkan bahwa karya masyarakat binaan memiliki kualitas, nilai budaya, dan daya saing untuk tampil di tingkat nasional," ujar Elis dikutip Senin, 13 Juli 2026.

Sebagai informasi, Kubedistik merupakan kelompok usaha yang dibentuk untuk meningkatkan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Ia telah menjadi mitra binaan program CSR PEP Tarakan Field sejak 2019.
Sementara itu, Kegiatan Road to HUT Dekranas ke-46 diselenggarakan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) bersama Dekranas dengan mengusung tema "Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas".
Elis berharap Batik Kubedistik semakin dikenal, memiliki daya saing yang lebih kuat, dan membuka peluang kolaborasi dan akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat binaan. Kehadiran Batik Kubedistik menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Perusahaan, masyarakat, dan pemerintah mampu melahirkan produk unggulan yang inklusif, berkelanjutan, sekaligus membanggakan Kalimantan Utara.

Selain memamerkan produk, mitra binaan Kubedistik juga mengikuti coaching clinic dan seminar yang menghadirkan praktisi serta ahli kriya sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi sarana peningkatan kapasitas (upskilling) untuk memperkaya pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan memperluas wawasan para pelaku UMKM dalam mengembangkan produk yang lebih kompetitif.
Melalui program pendampingan yang berkelanjutan dari PEP Tarakan Field, kelompok Kubedistik berhasil mengembangkan batik bermotif khas Kalimantan Utara dengan proses produksi yang lebih ramah lingkungan. Program tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan anggotanya, tetapi juga turut memperkuat identitas budaya daerah serta membuka peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.
Local Hero Kubedistik, Sony Lolong mengaku bangga dapat memperkenalkanm Batik Kalimantan Utara di forum nasional bersama berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, kesempatan ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota Kubedistik untuk terus meningkatkan kualitas produk sekaligus membuktikan penyandang disabilitas mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai budaya dan daya saing.
"Pengalaman ini menambah semangat kami untuk terus berinovasi, menjaga kualitas produk, dan memperkenalkan batik khas Kalimantan Utara kepada masyarakat yang lebih luas," ujar Sony.

Pada kesempatan terpisah, Manager Communication Relations & CID, Dony Indrawan menegaskan komitmen Perusahaan untuk terus menjalankan kegiatan CSR melalui program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) yang inovatif, berdampak, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat.
”Sejalan dengan komitmen untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, kami senantiasa mendorong lahirnya inovasi dan produk-produk unggulan masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan, melestarikan budaya daerah, serta memperkuat ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Share this article
Batik Kalimantan Utara karya Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik). Batik yang mengusung konsep "Batik Pekerjaan karena Hati" ini merupakan binaan PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field.