AYOJAKARTA.COM - Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi berubah mencekam.
Polisi bergerak cepat mengamankan situasi dari ancaman bom palsu di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi. Pelaku berinisial MY (34) kini sudah berhasil ditangkap petugas.
Meskipun pelaku sudah tertangkap, misteri besar masih belum terungkap. Masyarakat kini bertanya-tanya mengenai alasan di balik aksi nekat tersebut. Polisi pun masih terus mendalami motif pasti dari pelaku.
Pelaku MY mencantumkan ancaman bom di 11 titik area SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.
Pesan teror tersebut dikirimkan langsung melalui aplikasi WhatsApp. Polisi kini fokus menyelidiki alasan pelaku menyasar fasilitas pendidikan.
Pihak Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan tidak mau berspekulasi. Mereka berencana melakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan terhadap tersangka MY. Langkah ini diambil untuk memahami latar belakang tindakan pelaku.
Dalam proses penyelidikan, polisi berkolaborasi dengan tim psikologi forensik.
Petugas menerapkan metode scientific crime investigation secara ketat.
Metode ini digunakan agar hasil penyelidikan terbukti akurat secara hukum.
Bentuk Intimidasi Massal Hari Pertama Sekolah
Aksi pelaku MY dipastikan merupakan informasi bohong atau hoaks. Namun, tindakan ini sudah dikategorikan sebagai bentuk intimidasi massal. Efek dari teror ini sempat membuat lingkungan sekolah menjadi panik.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turut memberikan perhatian khusus. Beliau menyebut aksi ini sebagai upaya untuk menakut-nakutin warga.
"Ketika dilakukan pengecekan, kemudian ada Densus 88 dan juga tim Gegana ternyata tidak ada seperti yang disampaikan," ujar Pramono Anung, dilansir dari Website Berita Resmi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.
Pramono meminta masyarakat tidak kalah oleh rasa takut terhadap intimidasi tersebut.
Hingga saat ini, fokus utama penyidik adalah memperkuat fakta persidangan. Polisi masih memeriksa lima orang saksi secara intensif.
Petugas juga melakukan analisis mendalam terhadap telepon genggam milik pelaku.
Pemulihan Trauma Siswa Jadi Prioritas
Teror bom palsu ini berdampak pada psikologis para murid baru. Situasi sekolah sempat tegang saat evakuasi berlangsung. Karena itu, penanganan dampak psikologis anak menjadi prioritas utama.
Polda Metro Jaya menyiapkan layanan trauma healing bagi para siswa. Pendampingan ini dipimpin oleh Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya.
Petugas akan berbaur dengan siswa untuk mengembalikan rasa aman di sekolah.
Pelaku MY kini harus bersiap menghadapi konsekuensi hukum yang berat. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 600 dan 601 KUHP Baru.
Ancaman hukuman untuk pelaku minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara.***
Share this article
Polisi tangkap MY (34), peneror bom palsu di SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS. Diduga intimidasi massal, polisi periksa kejiwaan pelaku via psikologi forensik. Siswa kini diberikan layanan trauma.