AYOJAKARTA.COM -- Di tengah geliat pertumbuhan UMKM di Indonesia, sosok Feni Parhaeni hadir sebagai contoh nyata bagaimana kreativitas dan teknologi dapat berjalan beriringan untuk menggerakkan roda ekonomi lokal.
Warga Desa Jati Sari, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi, ini telah menekuni usaha pembuatan bros selama kurang lebih tujuh tahun terakhir di bawah nama B-Craft.
Produk yang dihasilkan Feni memiliki nilai seni dan kerajinan yang bermanfaat untuk khalayak, namun tetap dengan harga terjangkau.
Bros-bros buatannya dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp2.500 hingga Rp25.000 per buah, tergantung desain dan material yang digunakan.
Produk tersebut tidak hanya diminati di lingkup lokal, tetapi juga menyasar pembeli dari berbagai daerah lewat pemasaran digital.
Feni termasuk pelaku UMKM yang aktif memanfaatkan teknologi, khususnya aplikasi BRImo dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), untuk mendukung kelancaran usahanya.
Ia mengandalkan BRImo untuk transaksi pembelian bahan-bahan kerajinan dan kebutuhan operasional lainnya.
Fitur QRIS dalam aplikasi BRImo menjadi favoritnya karena memberikan kemudahan dalam bertransaksi secara non-tunai, terutama saat berbelanja di toko-toko yang telah menerima pembayaran digital.
“Lebih praktis dan aman, tinggal scan saja, tidak perlu repot membawa uang tunai,” jelas Feni kepada ayojakarta.com, 24 April 2025.
Baca Juga: Menebar Inspirasi lewat Kerajinan Bros dan Kemudahan Belanja Bahan dengan QRIS BRImo
Selain memanfaatkan aplikasi perbankan, Feni juga aktif di media sosial seperti Facebook untuk memasarkan produk dan memperluas jaringan pelatihan kerajinan bros yang ia selenggarakan.
Lewat platform tersebut, ia tidak hanya menjangkau pelanggan, tetapi juga membangun kerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi yang tertarik pada pelatihan keterampilan untuk pemberdayaan ekonomi.
Di luar aktivitas produksi, Feni dikenal sebagai sosok yang gemar berbagi ilmu.
Ia rutin menggelar pelatihan pembuatan bros untuk ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya.
Pelatihan ini memberikan peluang bagi para peserta untuk belajar keterampilan baru sekaligus mendapatkan tambahan penghasilan dari rumah.
“Tidak semua ibu bisa bekerja di luar, jadi saya ingin keterampilan ini bisa jadi solusi bagi mereka,” ujar Feni.
Komitmen inilah yang menjadikan B-Craft tak sekadar sebuah usaha, tetapi juga gerakan sosial berbasis komunitas.
Cerita Feni Parhaeni dan B-Craft menunjukkan bagaimana digitalisasi dapat menjadi kunci dalam mengembangkan usaha mikro.
Berkat dukungan layanan perbankan digital seperti BRImo, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan edukasi, pelaku UMKM kini memiliki akses lebih luas untuk tumbuh dan bersaing.
Baca Juga: Cara Daftar Menjadi Agen BRILink: Catat Syarat, Proses, dan Keuntungannya untuk Kamu
Feni berharap, semakin banyak pelaku UMKM yang berani beradaptasi dan belajar memanfaatkan teknologi. Baginya, semangat berkarya dan keterbukaan terhadap inovasi adalah kombinasi penting dalam membawa usaha kecil menuju level yang lebih tinggi. (*)

Share this article
Feni Parhaeni telah menekuni usaha pembuatan bros selama kurang lebih tujuh tahun terakhir di bawah nama B-Craft.