AYOJAKARTA.COM – Pekan ketiga bulan Mei 2025 menjadi momentum penting bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM).
Pemerintah resmi menggulirkan kembali bantuan sosial (bansos) tahap kedua melalui dua program utama: Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan sosial ekonomi masyarakat, terutama di tengah tekanan kebutuhan pokok yang terus meningkat.
Jadwal dan Skema Pencairan PKH-BPNT Tahap Kedua
Menurut jadwal dari Kementerian Sosial (Kemensos RI), pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 berlangsung mulai pertengahan Mei 2025.
Prosesnya dilakukan secara bertahap, mengikuti pembagian wilayah domisili masing-masing penerima.
Terdapat dua skema penyaluran:
- Via rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang terhubung dengan bank-bank Himbara seperti BNI, BRI, Mandiri, dan BSI.
- Melalui PT Pos Indonesia, untuk penerima yang berada di wilayah tanpa akses layanan perbankan.
Adapun daftar penerima bantuan ditentukan dari data hasil verifikasi terbaru, baik dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) maupun DTSTN. Validasi data ini bertujuan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.
Baca Juga: Kabar Baik! Bocoran Pencairan Gaji ke-13 ASN, PPPK, Pensiunan hingga TNI-Polri, Klik di Sini
Bansos Tambahan di Jawa Timur
Sementara itu, di Provinsi Jawa Timur, distribusi bantuan juga mencakup program tambahan. Di antaranya:
- ASPD (Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas)
- Bantuan Lansia
- PKH Plus
- Bantuan pemberdayaan ekonomi desa
Dalam kegiatan penyaluran bantuan di Kabupaten Ponorogo, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyerahkan langsung total bantuan senilai Rp4,769 miliar.
Ia berpesan agar masyarakat menggunakan dana bansos dengan bijak dan mengutamakan kebutuhan pokok dibandingkan konsumsi yang bersifat konsumtif.
Baca Juga: WASPADA! Gejala Diabetes Ternyata Bisa Dilihat Jelas saat Bercermin, Apa Saja Tandanya?
Rincian distribusi bansos di Ponorogo, antara lain:
- PKH Plus: Rp3,494 miliar untuk 1.276 penerima
- ASPD: Rp2,4 juta untuk 84 penyandang disabilitas
Pada triwulan pertama 2025, bantuan yang sama telah disalurkan sebesar Rp12 juta.
Setelah sempat tak bisa diakses, sistem SIXG (Sistem Informasi e-Kesejahteraan Sosial) kini kembali online.
Namun, berdasarkan pemantauan per 14 Mei 2025, belum ada tanda-tanda pencairan dana BPNT tahap dua di aplikasi tersebut.
Belum munculnya data pencairan kemungkinan terkait proses pemutakhiran atau transisi dari data DTKS ke DTSEN. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi dari Kemensos terkait hal tersebut.
Hasil Cek Saldo KKS: Masih Banyak yang Kosong
Sebagian besar penerima yang mencoba mengecek saldo KKS per 15 Mei 2025 melaporkan bahwa dana bantuan belum masuk. Berikut hasil pengecekan dari beberapa kategori KPM:
- KKS BPNT Murni (kartu 2017–2022): saldo masih nol
- KKS PKH + BPNT 2018: belum ada dana masuk
- KKS PKH Lansia 2017: saldo belum terisi
Ini menunjukkan bahwa meski bansos tahap kedua sudah dijadwalkan, sebagian wilayah tampaknya masih menunggu giliran pencairan.***

Share this article
Menurut jadwal dari Kementerian Sosial (Kemensos RI), pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 2 berlangsung mulai pertengahan Mei 2025.