KOTA BOGOR, AYOJAKARTA.COM - Satuan Penanganan Covid-19 Kota Bogor mencatatkan 13 tambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang berasal dari klaster keluarga di Semplak.
"Kita baru saja dapatkan laporan dari Dinkes ada tambahan 13 orang di klaster keluarga yang sama di klaster Semplak ," ujar Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Selasa (18/8/2020).
Dia mengatakan tambahan 13 kasus itu menjadikan total terkonfirmasi positif klaster keluarga Semplak berjumlah 35 orang dengan pembagian 6 orang warga kabupaten 29 Kota Bogor.
"Kami sangat prihatin karena ini mungkin klaster keluarga terbesar di Indonesia, adanya di Kota Bogor, ini harus jadi perhatian kita bersama," kata Dedie.
AYO BACA : Covid-19 DKI Tembus 30 Ribu Kasus, 6 Hari Berturut-turut Bertambah di Atas 500-an Kasus
Dia mengatakan klaster keluarga di Semplak tertular dari acara sosial kemasyarakatan. Oleh sebab itu dirinya meminta masyarakat agar patuh menerapkan protokol kesehatan jika mengadakan kegiatan.
"Kita lihat asal usul penularan rumah tangga itu ada juga yang dari Imported case dan kluster perkantoran kemudian menularkan ke keluarga, itu juga harus diwaspadai dengan protokol kesehatan," kata Dedie.
Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp: 081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119. Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119. Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.

Share this article
"Kita baru saja dapatkan laporan dari Dinkes ada tambahan 13 orang di klaster keluarga yang sama di klaster Semplak ," ujar Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Selasa (18/8/2020).