AYOJAKARTA.COM -- PT Waskita Karya Tbk (WSKT), perusahaan BUMN di bidang konstruksi, menghadapi masalah keuangan yang serius setelah dinyatakan gagal membayar bunga obligasi.
Berdasarkan laporan keuangan yang dilihat Rabu, 8 Juli 2023, Waskita Karya menderita rugi bersih sebesar Rp2,072 triliun pada semester I 2023, naik 776,26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp236,51 miliar.
Pendapatan usaha WSKT juga mengalami penurunan signifikan sebesar 13,4% menjadi Rp5,272 triliun, di mana pendapatan dari jasa konstruksi turun 19,2% dan pendapatan dari usaha properti menurun 19,4%. Namun, penjualan beton pra cetak dan pendapatan dari jalan tol mengalami peningkatan.
Baca Juga: Proyek Besar Waskita Karya Malah Merugi, Koordinator MAKI Beri Saran: Menteri BUMN Perlu Dievaluasi
Walaupun beban pokok pendapatan berhasil ditekan, laba kotor tetap turun 29,6%. Laba sebelum beban keuangan dan laba rugi entitas asosiasi serta ventura juga mengalami penurunan tajam sebesar 94,4%.
Di sisi lain, beban umum dan administrasi perusahaam meningkat, serta pendapatan lain-lain mengalami penurunan drastis. Kenaikan beban keuangan dan rugi dari entitas asosiasi serta ventura juga berkontribusi pada kerugian perusahaan.
Sebagai akibat dari kondisi keuangan yang buruk, WSKT mengalami rugi sebelum pajak sebesar Rp2,161 triliun, jauh berbeda dengan laba yang dicatat pada semester I tahun 2022 sebesar Rp451,95 miliar.
Baca Juga: Dirut Waskita Jadi Tersangka Korupsi, Erick Thohir Tegas: Saya Tak Kasih Hati Nurani
Total kewajiban perusahaan juga mengalami peningkatan, sementara ekuitas berkurang dan kas bersih untuk operasi berkurang drastis karena banyak pengeluaran, termasuk pembayaran bunga obligasi yang ditunda.
Catatan kerugian yang dibukukan perusahaan ini menambah daftar kinerja negatif WSKT. Sebelumnya, sisitat dari Suara.com, saham WSKT bahkan harus dikeluarkan dari indeks IDX BUMN 20 karena masalah kinerja keuangan dan penundaan pembayaran bunga obligasi ke-11.
Baca Juga: Korupsi PT Waskita Karya Bikin Geger, Jampidsus: Siapa yang Akan Menanggung Bunga pencairan SCF?
Surat edaran PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan indeks WSKT keluar berdasaran periode efektif konstituen yang berlaku pada 3 Agustus 2023 sampai dengan 2 Februari 2024.
Posisi WSKT dalam indeks tersebut digantikan oleh PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON).
Perdagangan saham WSKT telah dihentikan sementara atau dalam status suspensi oleh BEI karena perusahaan tersebut menunda pembayaran bunga obligasi ke-11.

Share this article
Waskita Karya menderita rugi bersih sebesar Rp2,072 triliun pada semester I 2023, naik 776,26%. Sawam WSKT juga ditendang dari IDX BUMN 20.