AYOJAKARTA.COM – Indonesia sebagai negara agraris ternyata harus membayar harga beras dan makanan pokok lainnya lebih tinggi dari negara tetangga.
Harga beras di Indonesia bahkan dua kali lipat lebih tinggi dari Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Myanmar, selain itu harga beras Indonesia 28% lebih tinggi dari Filipina.
Penyebab tingginya harga beras di Indonesia di antaranya adalah karena rantai pasokan yang panjang dan biaya distribusi yang tinggi.
Baca Juga: Harga Tiket Masuk TMII Motor dan Mobil untuk Liburan Natal dan Tahun Baru
Geografi wilayah Indonesia yang kompleks juga membuat harga pangan bagi konsumen meningkat karena pengaruh biaya distribusinya.
Kemudian mahalnya harga besar juga disebabkan karena kurangnya investasi jangka panjang dalam riset dan pengembangan pertanian, pengembangan SDM, dan layanan penyuluhan.
Hal ini menghambat produktifitas yang sebetulnya bisa menurunkan harga pangan dalam jangka panjang.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Naik 30 Persen, Ini Syarat Calon Penumpang Pesawat Jelang Nataru
Sejak Agustus 2022 harga beras terus mengalami kenaikan, pada saat itu harga beras medium masih Rp10.780 dan harga beras premium Rp12.310.
Namun pada Selasa, 20 Desember 2022, harga beras medium sudah berada di angka Rp11.390 dan harga beras premium naik menjadi Rp12.950.
Adanya kenaikan harga BBM dan juga berkurangnya produksi beras menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan harga ini.
Baca Juga: Harga Tiket Dianggap Kemahalan, Konser Farel Prayoga di Gunungkidul Yogyakarta Sepi Penonton
Bahkan inflasi pangan di Indonesia sudah tembus angka 10,3% pada perhitungan periode tahunan pada Juli 2022. Inflasi ini kemudian menjadi level tertinggi yang pernah dicapai dalam 8 tahun terakhir.
Harga beras yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia tentu akan berpengaruh terhadap harga dari komoditas pangan lainnya dan juga berkontribusi ke tingkat inflasi.
Fakta bahwa harga beras di Indonesia lebih tinggi dari negara-negara ASEAN lain selama 10 tahun terakhir ini didapat dari data Bank Dunia.
“Harga eceran beras Indonesia secara konsisten adalah yang tertinggi di ASEAN selama (satu) dekade terakhir,” kata Bank Dunia dalam Indonesia Economic Prospect edisi 15 Desember 2022, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Narasi Newsroom.
Baca Juga: Segini Harga Tiket Termurah Konser Seventeen di Jakarta Lengkap Link Beli
Kebijakan pemerintah dinilai ikut andil dalam tingginya harga beras, yaitu kebijakan untuk mendukung harga pasar bagi produsen di sektor pertanian.
Kebijakan tersebut meliputi kebijakan perdagangan seperti tarif impor, monopoli impor BUMN untuk komoditas utama, serta kebijakan harga pembelian minimum di tingkat petani.
Bank Dunia memberikan saran kepada Indonesia untuk melakukan diversifikasi pangan yang lebih bergizi seperti ternak, buah, dan sayur-mayur. Karena adanya kecukupan gizi dan keterjangkauan pangan yang harus dipenuhi.
Namun Syahrul Yasin Limpo sebagai Menteri Pertanian Indonesia berpendapat bahwa harga beras Indonesia adalah terendah kedua di Asia.
Ia kemudian meminta data harga beras termahal se-ASEAN dicermati kembali termasuk kapan datanya diambil.
“Kita tidak pernah di atas HPP (Harga Pokok Penjualan), kita nomor dua terendah di Asia. Oleh karena itu mungkin akan segera dikoreksi sama mereka data mana yang dipakai,” kata Syahrul.
Data yang dipakai oleh Syahrul adalah data dari Global Product Prices.***

Share this article
Harga beras di Indonesia meroket, dua kali lipat lebih tinggi dari Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Myanmar.