9 Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Para Pembohong, Penting Memulai Pertanyaan dengan Mengapa

Ilustrasi bahasa tubuh ketika seseorang berbohong menurut psikologi

Ilustrasi bahasa tubuh ketika seseorang berbohong menurut psikologi

AYOJAKARTA.COM - Tahukah kamu tentang seni menipu? Mengapa dan apa yang harus kamu ketahui tentang pembohong?

Kamu dibohongi puluhan kali setiap hari karena itulah kamu harus memahami seni menipu untuk membaca pikiran mereka.

Mempelajari seni menipu bukanlah untuk belajar menjadi seorang pembohong.

Baca Juga: 4 Konsep Psikologi yang Sering Disalahartikan: Menggunakan Istilah Toxic, Narsis, Gaslighting, dan Triggered Secara Sembarangan Justru Bisa Merusak

Ingat, sekali lagi, setiap hari, kamu puluhan kali telah dibohongi.

Mulai dari kebohongan kecil, seperti orang yang mengatakan bahwa mereka baik-baik saja padahal sebenarnya mereka sedang mengalami hari yang buruk.

Hingga, kebohongan serius dari orang yang kamu cintai dan atasan yang berpotensi mengubah hidupmu.

Mampu memahami kapan, mengapa, dan bagaimana orang berbohong akan membantu kamu membangun hubungan yang lebih jujur dan mencegah terjadinya bencana akibat informasi yang salah.

Berikut adalah sembilan hal yang harus kamu ketahui tentang berbohong dan pembohong:

Baca Juga: Penyaluran Dipercepat! Cek Daftar 4 Bantuan Sosial yang Cair Mulai Hari Ini di KKS dan PT Pos Indonesia

1. Kita Semua Pembohong

Meskipun kamu mungkin berpikir bahwa kamu adalah orang yang jujur.

Namun secara statistik, kamu juga seorang pembohong.

Para peneliti memperkirakan rata-rata orang berbohong minimal satu hingga dua kali per hari.

Jika kamu tidak percaya, tanyakan pada diri kamu sendiri:

· Apakah kamu pernah memberikan pujian kepada orang lain yang tidak sepenuhnya tulus?

· Pernahkah kamu mengatakan kepada seseorang bahwa kamu baik-baik saja, padahal kenyataannya kamu sedang kelelahan dan mengalami minggu yang buruk?

· Apakah kamu pernah mengatakan kepada orang lain bahwa kamu sedang sibuk untuk menghindari berbicara dengan mereka dalam waktu yang lama atau melakukan sesuatu dengan mereka?

Baca Juga: Ingin Diterima di Jurusan S1 Teknik Sipil? Cek Skor Minimal Kelolosan UTBK SNBT 2024 di 20 Perguruan Tinggi Negeri

Jika kamu menjawab ya untuk semua pertanyaan tersebut, maka kamu telah berbohong. Itu hanyalah beberapa skenario umum yang memicu kebohongan.

2. Pembohong 'Normal' vs Pembohong 'Produktif'

Kabar baiknya? Kebanyakan orang jujur. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar kebohongan dilakukan oleh sekelompok kecil orang yang dikenal sebagai "pembohong yang produktif".

Para peneliti membuat model statistik untuk membedakan pembohong yang produktif dengan pembohong yang biasa atau 'normal'.

 Berikut adalah cara untuk mengenali pembohong yang produktif:

· Pembohong produktif adalah mereka yang melaporkan bahwa mereka berbohong lima kali atau lebih dalam sehari.

· Pembohong yang produktif cenderung lebih muda, laki-laki, dan memiliki status pekerjaan yang lebih tinggi.

· Mereka cenderung berbohong paling banyak kepada pasangan dan anak-anak mereka.

· Mereka lebih cenderung percaya bahwa berbohong dapat diterima dalam beberapa situasi.

· Mereka cenderung tidak berbohong karena kepedulian terhadap orang lain dan lebih cenderung berbohong untuk kepentingan diri sendiri, seperti untuk melindungi sebuah rahasia.

Baca Juga: Pemilik Golongan Darah yang Paling Cerdas, Urutan Pertama Disebut Punya Daya Tangkap Sangat Cepat, Goldar Apa?

· Pembohong yang produktif mengatakan lima setengah kebohongan untuk setiap satu kebohongan putih yang dikatakan oleh orang kebanyakan.

· Mereka mengatakan 19,1 kebohongan untuk setiap satu kebohongan besar yang dikatakan oleh orang biasa.

3. Polisi Memiliki “Mata” Untuk Pencuri

Orang akan berharap bahwa petugas polisi karena mereka menghabiskan banyak waktu untuk mencoba memisahkan yang bersalah dari yang tidak bersalah, akan pandai dalam mendeteksi kebohongan.

Sayangnya, penelitian telah menemukan bahwa sebagian besar petugas tidak lebih baik dalam mengidentifikasi kebohongan daripada orang pada umumnya.

Namun, mereka unggul dalam satu aspek deteksi kebohongan: menemukan orang yang tidak jujur di tempat umum.

Ketika diperlihatkan video pencuri yang berinteraksi dengan orang yang tidak bersalah ketika bersiap untuk mencuri, polisi dapat menemukan para penjahat pada tingkat yang jauh lebih tinggi daripada polisi yang sedang berlatih dan mahasiswa.

Hal ini penting karena mengungkap masalah umum dalam pendeteksian kebohongan: orang sering salah mengartikan stres sebagai sinyal kebohongan.

Baca Juga: Pemilik Golongan Darah yang Paling Cerdas, Urutan Pertama Disebut Punya Daya Tangkap Sangat Cepat, Goldar Apa?

Alasan polisi dapat mengidentifikasi penjahat di tempat umum adalah karena, saat pencuri bersiap untuk mencuri, mereka lebih tertekan daripada keadaan di tempat umum.

Di sisi lain, selama wawancara polisi, bahkan orang yang tidak bersalah pun mengalami stres karena mereka berusaha membuktikan bahwa mereka tidak bersalah.

Cara orang berperilaku secara berbeda, dibandingkan dengan apa yang diharapkan dari situasi tersebut, yang mengungkapkan kebohongan, bukan perilaku tertentu secara umum.

4. Efek Keakraban pada Deteksi Kebohongan

Dapatkah kamu mendeteksi kebohongan dengan lebih baik dalam situasi yang lebih kamu kenal? Penelitian mengatakan ya.

Dalam penelitian ini, tim psikolog melakukan empat eksperimen yang mengungkapkan bahwa keakraban situasional menghasilkan penilaian yang lebih akurat mengenai kebenaran dan penipuan.

Orang yang tidak begitu akrab dengan situasi mereka tidak dapat membedakan kebohongan dan kebenaran lebih dari 50 persen.

Sedangkan orang yang sangat akrab dengan situasi mereka dapat mendeteksi penipuan dengan akurasi 8-23 persen lebih tinggi.

Hal ini disebabkan karena ketika orang lebih mengenal situasi dan atau orang yang mereka ajak bicara, mereka memiliki lebih banyak informasi dasar dan isyarat kontekstual yang dapat dijadikan acuan.

Baca Juga: INFO Pencairan Bansos PIP, PKH, BPNT, MRP Periode Mei di KKS, Pos, dan Bank Hari Ini, BLT Mitigasi Risiko Pangan Ada Kabar Baik?

5. Orang Lebih Suka Berbohong untuk Tim Mereka

Penelitian telah menemukan bahwa orang lebih bersedia berbohong untuk menerima insentif yang menguntungkan seluruh tim mereka daripada insentif yang hanya untuk diri mereka sendiri.

Sebagai contoh, karyawan lebih cenderung berbohong kepada atasan mereka tentang kemajuan sebuah proyek jika hal tersebut dapat mencegah seluruh tim mereka mendapat masalah, bukan hanya diri mereka sendiri.

Para peneliti menduga bahwa kesediaan untuk berbohong dalam lingkungan tim tidak sepenuhnya tanpa pamrih.

Dalam lingkungan kelompok, orang cenderung tidak terlalu merasa bersalah karena berbohong karena mereka membantu orang lain.

Mereka tidak terlalu takut untuk berbohong karena kecil kemungkinan mereka ketahuan dan menanggung semua kesalahan karena semua orang dalam tim mereka terlibat.

6. Berbohong di Media Sosial vs Pena dan Kertas

Pembohong yang akan menipu dengan lidahnya tidak akan ragu untuk melakukan hal yang sama dengan pena.

Frekuensi berbohong memang berubah berdasarkan medianya, tapi bisakah itu berubah di dalam media yang sama?

Para peneliti telah menemukan bahwa orang lebih cenderung berbohong ketika menggunakan media sosial dibandingkan pena dan kertas.

Keduanya sama dalam hal "kekayaan media", yang berarti kedua bentuk tersebut hanya berupa teks.

Baca Juga: Bongkar Fakta Psikologi dari Kepribadian Orang yang Lahir Tanggal 1: Sosok Mandiri hingga Sensitif

Namun, orang lebih banyak berbohong, mengungkapkan lebih sedikit informasi, dan merasa lebih dibenarkan saat menggunakan email daripada saat mengirim pesan melalui pena dan kertas.

Menurut penelitian tersebut, "Temuan ini konsisten, baik ketika tugas tersebut meyakinkan partisipan bahwa kebohongan mereka akan atau tidak akan ketahuan oleh rekan-rekan mereka."

7. Kenangan tentang Pembohong

Bagi sebagian besar orang, berbohong tentang suatu kejadian meningkatkan keyakinan mereka bahwa kejadian tersebut tidak terjadi ketika ditanyai tentang hal itu di kemudian hari.

Para pembohong mengalami perubahan ingatan akibat kebohongan yang mereka lakukan karena mereka melaporkan bahwa kebohongan yang mereka lakukan adalah benar.

Para peneliti percaya bahwa dalam kasus-kasus tersebut, berbohong memiliki kekuatan yang sama dengan imajinasi untuk mengubah ingatan.

Baca Juga: 5 Jurusan Teknik dengan Peluang Karir Menjanjikan di Pertambangan, Auto Cuan Tiap Bulan, Berminat Daftar?

8. Berbohong dalam dua bahasa

Jika kamu merasa sulit berbohong dalam bahasa ibu kamu, cobalah berbohong dalam bahasa kedua.

Para peneliti telah menemukan bahwa orang menunjukkan respons stres yang lebih besar ketika berbohong dalam bahasa kedua karena berbicara dalam bahasa kedua lebih menantang, dan berbohong meningkatkan stres kognitif.

Dalam sebuah penelitian khusus, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua faktor utama yang mempengaruhi sifat fisiologis seseorang saat berbohong dalam bahasa lain:

· gairah karena emosi yang terkait dengan kebohongan, dan

· kecemasan tentang mengelola produksi bicara dalam bahasa yang bukan bahasa ibu.

Baca Juga: TOP 10 Kampus Terbaik Bidang Keilmuan Pendidikan di Indonesia versi SIR 2024, UM Paling Unggul

9. Pembohong Kesulitan Menjawab Pertanyaan Mengapa

Jika kamu mencurigai seseorang berbohong kepada kamu namun tidak yakin, cara mudah untuk mengetahuinya adalah dengan menanyakan pertanyaan "Mengapa?".

Jauh lebih sulit bagi orang untuk berbohong tentang mengapa mereka melakukan sesuatu atau mengapa sesuatu terjadi daripada berbohong tentang fakta-fakta dasar.

Jika seseorang kesulitan untuk menjelaskan maksud mereka, itu adalah tanda bahaya bahwa mereka sedang berbohong.

Nah inilah 9 hal yang harus kamu ketahui tentang para pembohong. Seni menipu ini cukup kamu gunakan untuk langkah antisipasi, bukan menyalahgunakannya! ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 13 Jun 2026, 22:09 WIB

Reservasi Dibuka 16 Juni! Tiket Masuk Ancol Gratis 3 Hari Special HUT ke-499 DKI Jakarta

Reservasi tiket gratis mulai dibuka pada 16 Juni 2026 melalui situs resmi ancol.com.

News 13 Jun 2026, 22:02 WIB

Jawab Tuntutan Mahasiswa Soal Pemborosan Program MBG, Bakom RI: Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom) RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa efisiensi keuangan negara telah menjadi prioritas utama Prabowo sejak awal menjabat.

News 13 Jun 2026, 21:08 WIB

Gejayan Memanggil! Giliran Massa di Jogja Gelar Aksi Susul Demo BEM UI di Jakarta

Setelah aksi mahasiswa memadati kawasan Thamrin, Jakarta pada Jumat kemarin, kini giliran massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Memanggil menggelar demo di pertigaan Gejayan, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 20:42 WIB

Komnas PA DKI Jakarta: Aksi Perundungan Bocah hingga Kesetrum di Senen Tindakan Kriminal

Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, menegaskan bahwa aksi kekerasan tersebut sudah masuk dalam kategori tindakan kriminal.

News 13 Jun 2026, 20:29 WIB

Kejagung Bongkar Korupsi Motor Listrik BGN: Vendor 'Nakal' Mark Up Harga, Padahal Barang Belum Dirakit

Dalam temuan terbaru, pihak vendor diduga melakukan penggelembungan harga atau markup besar-besaran, sementara unit motornya sendiri diketahui belum selesai dirakit.

Pendidikan 13 Jun 2026, 20:20 WIB

Festival Budaya Maritim Unpad 2026: Kreativitas Mahasiswa Angkat Warisan Nusantara

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menggelar  Festival Budaya Maritim: Jejak Budaya Maritim Warisan Dunia sebagai proyek Ujian Akhir  Semester (UAS).

News 13 Jun 2026, 19:41 WIB

Babak Baru Kasus Korupsi MBG, Tersangka Kelima Andri Mulyono Pemenang Tender Motor Listrik Mark Up Rp1,1 Triliun!

Tersangka kelima, Andri Mulyono, menjadi sorotan karena berhasil memenangkan tender pengadaan motor listrik senilai kurang lebih Rp 1,1 triliun di BGN.

News 13 Jun 2026, 17:48 WIB

Ketua DPP PSI Grace Natalie: Jokowi Siap Gunakan Jaket PSI Menjadi Ketua Dewan Pembina

Sudah sembuh, Joko Widodo (Jokowi) akan secara resmi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.

Sport 13 Jun 2026, 17:44 WIB

Antusiasme Tinggi! 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama BTN Jakarta International Marathon 2026

BTN Jakarta International Marathon 2026 sukses digelar! Sebanyak 20.500 pelari meriahkan hari pertama. Cek keseruan event akbar ini!

Metropolitan 13 Jun 2026, 17:32 WIB

Warga Jakarta Merapat! Festival Muharram 2026 Siap Digelar di Taman Bendera Pusaka, Cek Jadwal dan Lineup-nya

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi mengumumkan akan menggelar Festival Muharram Jakarta 2026 pada pertengahan Juni ini.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:39 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Khusus Malam Ini 6 Lokasi Ikonik di DKI Jakarta akan Mati Lampu

Warga Jakarta siap-siap, sejumlah titik ikonik di Ibu Kota dipastikan bakal gelap gulita malam ini, Sabtu, 13 Juni 2026.

Metropolitan 13 Jun 2026, 16:32 WIB

Catat Ya! Kriteria Pengunjung Jakarta Fair 2026 Ini Gratis, Ada TNI/Polri, Lansia hingga Anak-anak

Ajang pameran dan hiburan terbesar, Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026, telah resmi dimulai sejak 11 Juni hingga 12 Juli mendatang.

Khazanah 13 Jun 2026, 12:51 WIB

Sambut Tahun Baru Islam, Pemprov DKI Jakarta Gelar Festival Muharram 1448 H 14-15 Juni 2026

Festival ini sebagai rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 2026 yang akan digelar di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan.

Jakarta Utara 13 Jun 2026, 12:22 WIB

Cuaca Memburuk dan Diduga Kelebihan Muatan, 26 Penumpang dan 3 Awak KM Sumber Makmur Dievakuasi ke Pulau Panggang

KM Sumber Makmur sempat mengalami kendala saat berlayar di perairan Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Sabtu (13/6) pagi.

Metropolitan 13 Jun 2026, 10:33 WIB

Ramai Keluhan CCTV di Kawasan Bundaran HI Tak Bisa Diakses, Pemprov DKI Sebut Gangguan Ada di Situs Pihak Ketiga

Penegasan ini disampaikan menyusul beredarnya informasi mengenai beberapa titik CCTV di kawasan Bundaran HI yang disebut tidak dapat diakses publik.

Metropolitan 13 Jun 2026, 10:21 WIB

45 Ribu Pelari Ramaikan BTN Jakarta International Marathon 2026, Pramono: Nikmati dan Bergembiralah

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara langsung melepas peserta kategori 5K dan 10K dari kawasan Parkir Timur GBK.

Jakarta Pusat 13 Jun 2026, 08:41 WIB

Segera Terintegrasi KRL, Stasiun Gambir Disiapkan Jadi Simpul Transportasi Modern

Transformasi Stasiun Gambir ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik di Ibu Kota.

Jakarta Utara 13 Jun 2026, 07:06 WIB

Siap-siap! Stasiun JIS Siap Layanan Penumpang Bulan Juni Ini

Kehadiran stasiun baru ini diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat, khususnya menuju kawasan JIS dan wilayah Jakarta Utara.

Metropolitan 13 Jun 2026, 06:36 WIB

Besok, CFD Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said Ditiadakan, Ada Jakarta International Marathon 2026

Peniadaan CFD ini dilakukan untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan ajang olahraga berskala internasional tersebut.

Metropolitan 13 Jun 2026, 06:17 WIB

Malam Ini! Pemprov DKI Jakarta Gelar Aksi Hemat Energi Ajak Warga Padamkan Lampu Selama 1 Jam Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026

Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 sekaligus upaya nyata mengurangi emisi karbon di Ibu Kota.