AYOJAKARTA.COM - Setiap tanggal 10 September, masyarakat internasional menjadikannya sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia.
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia dipandang penting karena tercatat perilaku bunuh diri setidaknya telah merenggut sebanyak 1.800 jiwa per tahun.
Sepanjang tahun 2023, di sejumlah wilayah di Indonesia sendiri terdapat sejumlah kasus bunuh diri yang membuat miris.
Baca Juga: Bikin Terharu, Shopee Live Jadi Alasan Dibalik Air Mata Kebahagiaan Lesti Menyambut Sesi Perdananya
Ironisnya, para pelaku bunuh diri tersebut bukan saja datang dari kalangan orang dewasa tetapi juga dari anak-anak remaja.
Tingginya angka bunuh diri yang terjadi, menunjukkan perlunya pemahaman kesadaran bagi setiap orang untuk lebih bersikap peduli terhadap diri sendiri serta orang lain.
Dari sejumlah kasus terdapat dua faktor penyebab seseorang kemudian memutuskan untuk menyudahi hidup, baik intern ataupun ekstern.
Baca Juga: Arief Mulyadi, Dirut PNM: Sebuah Kebahagiaan dan Rasa Syukur PNM Berangkatkan 233 Jamaah Umrah
Penyebab pertama seseorang berniat untuk bunuh diri adalah timbulnya rasa tidak nyaman akibat memiliki kekurangan fisik atau psikis.
Adanya kebingungan untuk menyelesaikan persoalan atau masalah yang dialami, sehingga merasa sendirian menjadi penyebab kedua.
Kesedihan mendalam yang dialami seseorang akibat kecemasan berlebih, tekanan keluarga dan pekerjaan atau perilaku tidak menyenangkan juga turut andil sebagai penyebab.
Baca Juga: 7 Alasan Pentingnya Mempelajari Kecerdasan Emosi yang Jadi Kunci Kebahagiaan di Dunia
Beragam tindak kekerasan baik fisik atau psikis seperti perundungan, pelecehan yang berakibat pada rasa benci terhadap diri sendiri merupakan faktor lainnya.
Bukan hanya itu, salah satu penyebab seseorang memilih untuk mengakhiri hidup adalah karena adanya disfungsi otak pada bagian Prefrontal Korteks dan Sistem Limbik.
Prefrontal Korteks adalah bagian otak yang berperan sebagai Pemimpin dan Pengambil Keputusan yang berdasarkan pada logika dan kebijaksanaan.
Baca Juga: 4 Sisi Kepribadian, Jarang Disadari Eksistensinya tapi Menjadi Penentu Kebahagiaan
Orang yang memiliki ide atau gagasan bunuh diri, biasanya terjadi disfungsi pada area Ventromedial dan Lateral.
Akibatnya, hal tersebut menyebabkan seseorang kerap berpikiran negatif dan sulit mengambil keputusan.
Sedangkan Sistem Limbik adalah bagian otak yang terdiri dari Amigdala, Hipokampus, Hipotalamus dan Talamus.
Bagian-bagian dari Sistem Limbik tersebut memiliki keterkaitan erat dan berperan besar dalam perilaku, emosi serta dorongan seksual seseorang.
Adanya ide ide untuk mengakhiri hidup juga berkaitan dengan kurangnya kimia otak terutama Serotonin yang berperan penting dalam mengatur suasana hati.
Seseorang yang mengalami kekurangan serotonin akan membuat suasana mood mudah cemas, depresi bahkan pikiran obsesif.
Baca Juga: 9 Rutinitas Pagi Hari untuk Kebahagiaan Serta Kesuksesan Hidup, Cukup 90 Menit Saja
Untuk mendapatkan Serotonin atau Mood Stabilizer, selain dengan rekreasi dan berjemur di sinar matahari pagi juga bisa didapatkan dari beribahan dan berdoa.
Selain peduli akan diri sendiri dan sesama, senyawa kebahagiaan lain seperti Dopamine, Endorphin dan Oxytocin juga perlu diupayakan agar terjadi keseimbangan.
Demikian seperti dirangkum AyoJakarta.com pada Senin, 11 September 2023 dari akun Instagram @zeinholistictherapy, @newidapsikiater, dan @insightme.id.***

Share this article
Orang yang punya ide atau gagasan bunuh diri, biasanya terjadi disfungsi pada area Ventromedial dan Lateral.