AYOJAKARTA.COM – Prof Tjandra Yoga Aditama selaku Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyampaikan bahwa saat ini mikroplastik sudah ditemukan dalam kandungan awan.
Kehadiran mikroplastik pada awan di udara dapat memberikan efek buruk seperti kerusakan paru-paru.
Mikroplastik merupakan polusi atau limbah yang saat ini umumnya ditemui dalam air, namun penemuan terbaru mengatakan bahwa mikroplastik ditemukan dalam awan.
“Mikroplastik jelas adalah bagian dari polusi baik di air maupun udara. Di udara, mikroplastik dapat dijumpai di luar ruangan seperti udara bebas juga dalam ruangan,” ujar Prof Tjandra Yoga Aditama dikutip ayojakarta.com dari Republika.co.id, Jumat (6/10/2023).
Baca Juga: Anies Baswedan-Cak Imin Optimis Menangkan Pilpres 2024 Satu Putaran
Penemuan mikroplastik pada awan ini dilakukan ilmuwan Jepang yang dipublikasikan pada jurnal Environmental Chemistry Letters 14 Agustus 2023 lalu.
Para ilmuwan telah mengkonfirmasi penemuan mikroplastik di awan ini kemungkinan dapat mempengaruhi iklim.
Berdasarkan data yang sudah dikumpulkan, dikatakan bahwa kandungan mikroplastik di udara merupakan 9 jenis polimer dan 1 jenis karet.
Mikroplastik ini memiliki ukuran yang bervariasi mulai dari 7,1 hingga 94,6 mikrometer dan setiap satu liter awan mengandung kurang lebih 6,7 hingga 13,9 plastik.
Menanggapi penelitian tersebut, Prof Tjandra Yoga Aditama menyampaikan bahwa partikel mikroplastik sudah pernah ditemukan sebelumnya dalam dahak dan jaringan paru-paru.
Ukuran mikroplastik ini sangatlah kecil sehingga sangat mudah untuk terhirup dan masuk ke dalam paru-paru.
Menurut Prof Tjandra Yoga Aditama, terhirupnya mikroplastik ini bisa menyebabkan paru-paru mengalami peradangan, sitotoksisitas atau rusaknya zat atau sel dalam paru yang menyebabkan disfungsi barier epitel yang berfungsi sebagai ‘gerbang’ pelindung tubuh dari zat asing.
Dampak lainnya yaitu kemungkinan terjadinya redox imbalance yaitu adanya ketidakseimbangan oksidasi serta kemungkinan efek sinergi dengan alergen secara umum.
Baca Juga: Otto Hasibuan Bongkar Alasan Jessica Wongso Tolak Tawaran Ajukan Grasi, Jawabannya Bikin Trenyuh
Walaupun begitu, butuh penelitian lebih lanjut untuk mengetahui dampak pasti akibat menghirup mikroplastik.
“Harus diakui bahwa penelitian dampak kesehatan paru akibat mikroplastik masih amat terbatas sehingga jenis penyakit pasti belum dapat ditentukan,” ujar Mantan Direktur Penyakit Menular Badan Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara itu.
Prof Tjandra Yoga Aditama menyarankan kepada pemerintah untuk melakukan riset lebih mendalam terkait hal ini, yaitu:
- Dampak jangka panjang mikroplastik bagi paru-paru,
- Meneliti kemungkinan mikroplastik menyebar melalui peredaran darah, yang dapat memberikan dampak pada organ lain selain paru,
- Mencari tahu berapa lama mikroplastik bisa dibersihkan oleh mekanisme pernapasan manusia.***

Share this article
Kini ditemukan dalam awan, mikroplastik ternyata dapat berdampak buruk untuk paru-paru manusia, waspada!