AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang diperkirakan meningkat selama musim kemarau tahun ini.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih kering.
Menurut Pramono, kondisi ini memperbesar risiko terjadinya kebakaran, terutama di kawasan permukiman yang memiliki tingkat kepadatan tinggi.
Oleh sebab itu, ia meminta seluruh warga ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan sejak dini.

"Seperti kita ketahui bersama, ini kemaraunya diprediksi oleh BMKG akan panjang dan kemungkinan akan kering. Dan karena panjang dan kering kemungkinan untuk terjadinya kebakaran dan sebagainya, potensinya lebih besar," ujar Pramono.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat upaya mitigasi dengan menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di setiap rukun warga (RW).
Penyediaan APAR diharapkan dapat membantu warga melakukan penanganan awal apabila terjadi kebakaran sebelum petugas pemadam tiba di lokasi.
"Dan itu kalau Jakarta kan gerakan ini sudah diadakan. Itu untuk preventifnya," katanya.

Pencegahan kebakaran menurut Pram, tidak boleh hanya mengandalkan pemerintah saja, tapi juga peran aktif warga yang turut mencegah kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk.
Ia juga mengingatkan warga untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran serta para perokok agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.
"Kami meminta betul warga juga ikut terlibat menjaga bersama-sama terutama untuk daerah-daerah yang sensitif, yang padat penduduk seperti di Tambora, Cakung, dan sebagainya," ucapnya.***
Share this article
Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih