AYOJAKARTA.COM – Salah satu tugas suci dan mulia yang tersimpan di dalam sebuah ikatan pernikahan adalah mencegah tumbuhnya bibit-bibit keluarga disfungsional.
Keluarga disfungsional adalah sebuah kondisi dimana masing-masing anggota keluarga tidak lagi selaras dan sejalan dengan nilai-nilai moral dan peradaban.
Dalam sebuah keluarga disfungsional, setiap individu yang terlibat di dalamnya cenderung tidak banyak memahami kondisi dan kebutuhan keluarga.
Sehingga meski berada dalam satu atap atau satu ruangan, setiap individu justru tidak nyambung atau bahkan terputus secara emosional.
Disamping karena kurangnya pemahaman dan kesadaran, sikap empati dan ego yang berlebihan juga akan membuat fungsi dan peran anggota keluarga berjalan tidak wajar.
Karena itu, penting bagi setiap manusia yang merupakan calon orang tua mengetahui tentang jenis-jenis keluarga disfungsional.
Dengan mengetahui kondisi yang terjadi di dalam keluarga, maka tindakan pemulihan dan pencegahan akan lebih mudah dilakukan.
Baca Juga: Seperti Apa Karakter Perempuan Berdasarkan Golongan Darah? Laki-laki Wajib Tahu!
Namun demikian perlu diketahui bahwa jenis-jenis disfungsi keluarga juga memiliki sejumlah kategori, seperti berikut.
Jenis keluarga disfungsional pertama adalah Chaotic Family atau jenis disfungsi yang terjadi karena ketidakhadiran orang tua.
Kesibukan dalam menyiapkan masa depan seringkali membuat para orang tua tidak cukup memberi perhatian atau perlindungan, sehingga anak merasa diabaikan.
Jenis disfungsi keluarga selanjutnya adalah Conflict-Driven Family atau kondisi dimana di dalam keluarga sering terjadi perdebatan atau perselisihan berkepanjangan.
Baca Juga: Daftar 7 Jurusan Kuliah yang Terkenal Sulit, namun Memiliki Prospek Kerja Cerah
Jenis ketiga dari disfungsi keluarga adalah Abusive Family atau kondisi dimana anggotanya mengalami perilaku kasar.
Sikap superior atau merasa paling penting dan berkuasa dalam keluarga, sering kali mendatangkan korban bagi anggota lainnya baik secara fisik atau psikis.
Jenis disfungsi keluarga berikutnya adalah Pathological Family, dimana anak-anak menjalani peran sebagai pengasuh dan pelindung bagi orang tua atau saudara kandungnya.
Biasanya kondisi semacam ini timbul akibat adanya masalah yang terjadi karena keterbatasan fisik atau mental dan berlangsung dalam jangka panjang.
Emotionally Neglectful Family atau kondisi keluarga disfungsional yang terjadi akibat sikap dingin dan pengabaian orang tua, sehingga tidak memiliki ikatan emosi dengan anak.
Jenis disfungsi keluarga keenam yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga adalah Overprotective Family.
Kondisi disfungsi ini ditandai dengan sikap orang tua yang cenderung sangat mengatur setiap aspek kehidupan dan kebutuhan dari anak-anaknya.
Sehingga dalam jangka panjang, anak-anak akan tumbuh tanpa memiliki cukup privasi dan keberanian dalam bertanggung jawab atas keputusannya.

Share this article
Dengan mengetahui kondisi yang terjadi di dalam keluarga, maka tindakan pemulihan dan pencegahan akan lebih mudah dilakukan.