AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta akan segera melakukan penyesuaian tarif layanan Transjabodetabek pada bulan Juni 2026.
Kebijakan tersebut akan mencakup sejumlah rute yang telah beroperasi, termasuk layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang belakangan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan evaluasi tarif dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus karena beban subsidi yang besar pada beberapa rute.
Penyesuaian tarif perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari biaya operasional, jarak tempuh, hingga kemampuan masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi umum.

Karena itu, pemerintah masih melakukan kajian sebelum menetapkan besaran tarif yang akan diberlakukan.
"Untuk tarif TJ Blok M segera akan kami putuskan. Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian, karena memang subsidinya terlalu besar,” ujar Pramono.
Evaluasi tarif ini, kata Pramono akan jadi langkah yang tidak bisa dihindari oleh pihak pemerintah daerah agar postur anggaran tetap sehat dan proporsional.
Sebagai informasi, rute Blok M-Bandara Soetta sudah beroperasi sejak Kamis (12/3) dengan tairf promo Rp3.500 berlaku selama tiga bulan pertama.

Oleh sebab itu masuk pada bulan Juni ini, keputusan tarif bar akan segera ditentukan.
Dengan penyesuaian tarif yang direncanakan bulan ini, Pemprov berharap layanan Transjabodetabek dapat semakin optimal dalam mendukung mobilitas warga sekaligus memperkuat peran transportasi publik sebagai pilihan utama perjalanan di kawasan metropolitan Jakarta.***

Share this article
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan evaluasi tarif dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.