AYOJAKARTA.COM - People Pleaser adalah istilah untuk mereka yang selalu ingin menyenangkan orang lain. Sayangnya cenderung mengabaikan keinginan diri sendiri.
Hal ini dilakukan agar orang disekitar tidak kecewa denganmu.
Meskipun terdengar baik, nyatanya ini adalah sebuah kebiasaan yang produktif. Imbasnya dapat menghambat diri sendiri.
Kamu akan kehilangan banyak kesempatan untuk bertumbuh. Karena lebih sering mementingkan kebahagian orang lain.
Ayojakarta.com melansir dari Instagram @psikologid Sabtu 6 April 2024 tentang tanda Kamu seorang People Pleaser atau bukan
1. Selalu berkata 'Ya'
Bisa jadi Kamu tidak nyaman dengan apa yang sudah diputuskan apa yang harus kamu lakukan.
Namun Kamu tidak bisa atau tidak berani berkata 'Tidak'. Meski ada kesempatan.
2. Sering Merasa Bersalah
Meminta maaflah jika memang berbuat salah. Jangan terlalu sering meminta maaf.
Apalagi kalau itu untuk mengurangi kecemasan orang sekitar.
3. Overthinking
Sesekali tidak masalah kok dengan tidak peduli dengan pendapat orang lain. Karena Kita yang tahu kondisi kita sebenarnya.
4. Menghindari Konflik
Tidak ada salahnya menghindari konflik. Tapi jangan selalu menghindari perdebatan.
Jika memang benar, kenapa takut untuk berpendapat? Jangan hanya memilih diam.
5. Butuh Penerimaan
Sulit untuk memiliki pendapat sendiri. Karena butuh penerimaan dan pengakuan orang lain.
Capek gak, sih? Adakah tips untuk mengatasinya?
- Belajar berkata ‘Tidak’
Jika memang tidak sedikit atau tidak nyaman dengan hal tersebut.
- Membuat batasan yang jelas
Tujuannya agar kamu bisa menilai apakah ada hal yang sudah berlebihan atau tidak.
- Jangan terburu-buru menjawab
Pertimbangkan segala sesuatu dengan benar. Jangan mengiyakan karena karena perasaan 'tidak enak'.
Baca Juga: Lurus atau Melengkung? Ungkap Kepribadian Tersembunyimu dari Bentuk Ibu Jari
- Menolak Bukan Berarti Tidak Membantu
Ini bisa jadi cara untuk membiarkan orang lain menyelesaikan tanggung jawabnya.
***

Share this article
People Pleaser adalah istilah untuk mereka yang selalu ingin menyenangkan orang lain. Sayangnya cenderung mengabaikan keinginan diri.