AYOJAKARTA.COM - Ruang-ruang media sosial acap disesaki dengan perdebatan dari orang-orang awam.
Mereka merasa pintar dan yakin dengan pendapatnya, meski tidak memiliki latar disiplin keilmuan di bidang yang mereka komentari.
Tahukah kamu bahwa kebanyakan dari para pendebat online ini memiliki cacat nalar atau logical fallacy?
Dilansir dari Grammarly.com, logical fallacy adalah pernyataan-pernyataan yang tidak masuk akal secara logis yang mungkin terlihat solid pada pandangan pertama.
Berikut 5 logical fallacy yang kerap kita temui:
1. Ad hominem
Ad hominem adalah kekeliruan yang berupaya untuk membatalkan posisi lawan berdasarkan sifat atau fakta pribadi tentang lawan, bukan berdasarkan logika.
Contoh: Tama adalah pilihan walikota yang buruk karena dia tidak lahir dan besar di kota ini.
2. Red herring
Red herring adalah upaya untuk mengalihkan fokus dari perdebatan yang sedang berlangsung dengan memperkenalkan poin yang tidak relevan.
Contoh: Kehilangan gigi memang menakutkan, tapi pernahkah kamu mendengar tentang Peri Gigi?
3. Strawman
Baca Juga: Lulusan SMA Merapat! Ini 4 Formasi CPNS 2024 di Instansi Kemenkumham Lengkap dengan Syarat Khususnya
Argumen yang menentang versi oposisi yang hiperbolik dan tidak akurat, bukan argumen mereka yang sebenarnya.
Contoh: Kamu tidak setuju dengan kebijakan pemerintah sekarang, berarti kamu pengkhianat yang ingin mengubah ideologi negara!
4. Equivocation
Equivocation atau keragu-raguan adalah pernyataan yang dibuat untuk menyesatkan atau membingungkan pembaca atau pendengar dengan menggunakan berbagai arti atau interpretasi suatu kata atau hanya melalui ungkapan yang tidak jelas.
Contoh: Meskipun saya memiliki rencana yang jelas mengenai anggaran negara yang memperhitungkan setiap rupiah yang dibelanjakan, lawan saya hanya ingin mengeluarkan uang untuk proyek-proyek pribadi.
Baca Juga: Teknik Belajar Inversi yang Bikin Kamu Makin Mudah Memahami Materi Pelajaran
5. Slippery slope
Dengan kekeliruan slippery slope atau lereng yang licin, pihak yang berargumentasi mengklaim serangkaian peristiwa tertentu akan mengikuti satu titik awal, biasanya tanpa bukti pendukung untuk rangkaian peristiwa tersebut.
Contoh: Kalau kita melarang tukang parkir ilegal di depan minimarket, maka akan banyak pencurian sepeda motor di sana. Akibatnya semua orang akan enggan berbelanja di minimarket. Akhirnya minimarket rugi, tutup, dan pegawainya menjadi pengangguran.
Nah, mana logical fallacy yang sering kamu temui di media sosial?.***

Share this article
Ini dia 5 jenis cacat nalar atau Logical Fallacy yang kerap kita temui dalam kehidupan sehari-hari, tetap waspada dan jangan sampai terjebak