AYOJAKARTA.COM - Psikolog Ferdian Permana dalam akun TikTok pribadinya @katapsikologi menyinggung tentang asian value dalam parenting yang mulai harus kita benahi bersama.
Ferdian mengajukan sebuah pertanyaan sederhana, namun menohok, “Seberapa sering kita mendengar atau mengucapkan kalimat seperti "Aku sayang kamu," "Aku menghargaimu," atau "Maafkan aku," antara orang tua dan anak?
Kalimat sederhana ini mungkin sangat jarang terdengar atau sangat berat terucap dari orang tua dengan latar belakang Asia, bukan?
Pentingnya Mengungkapkan Rasa Cinta dan Syukur
Banyak sesi konseling keluarga mengungkapkan bahwa sejumlah besar masalah muncul karena kesulitan orang tua dalam mengungkapkan kasih sayang mereka kepada anak-anak mereka.
Entah itu ayah atau ibu, mengatakan "Aku sayang kamu," atau "Terima kasih, Nak," bisa jadi sangat sulit. Ketika anak melakukan sesuatu yang baik, rasanya sulit bagi orang tua untuk sekadar mengatakan, “Terima kasih.”
Tantangan Meminta Maaf
Baca Juga: Psikologi: 4 Ciri Kamu Punya Positive Vibes, Salah Satunya Mudah Senyum dan Memberi…
Orang tua juga merasa sulit untuk meminta maaf ketika mereka melakukan kesalahan. Mengakui kesalahan dan mengatakan, "Saya minta maaf karena telah marah," itu jarang terjadi.
Kurangnya komunikasi ini seringkali membuat anak memendam perasaan dendam, kecewa, dan takut.
Memberi Contoh
Anak cenderung meniru orang tuanya. Jika orang tua tidak pernah mengungkapkan cintanya, anak-anak mungkin akan tumbuh tanpa mengungkapkannya juga. Mereka tidak akan mengatakan, "Aku sayang kamu, Ayah" atau "Aku sayang kamu, Bu", meskipun orang tua mungkin mengharapkan kata-kata tersebut.
Memutus Siklus
Penting bagi orang tua untuk memberi contoh sejak usia muda, namun tidak ada kata terlambat. Meminta maaf ketika salah dan mengungkapkan rasa cinta dan terima kasih dapat meningkatkan komunikasi keluarga secara signifikan.
Banyak masalah keluarga yang bisa diselesaikan hanya dengan mengatakan "Aku sayang kamu," "Maafkan aku," dan "Terima kasih."
Dampak Kata-Kata Sederhana
Bayangkan mendengar orang tuamu berkata, "Aku sayang kamu, Nak," atau "Ayah sayang kamu, Nak." Berapa banyak dari Anda yang akan meneteskan air mata?
Kata-kata sederhana ini dapat memperbaiki hubungan dan membangun ikatan keluarga yang lebih kuat. Dengan berkomitmen untuk mengungkapkan cinta, rasa terima kasih, dan permintaan maaf, keluarga dapat menghindari banyak masalah psikologis dan menumbuhkan lingkungan yang lebih sehat.
Kesimpulan
Komunikasi keluarga yang kuat adalah kunci untuk menghindari berbagai masalah psikologis. Dengan menggunakan kata-kata sederhana seperti "Aku sayang kamu," "Maafkan akum" dan "Terima kasih," orang tua dan anak dapat memperkuat hubungan mereka dan menciptakan dinamika keluarga yang lebih penuh kasih sayang dan suportif.***

Share this article
Berikut penjelasan mengenai Asian Value dalam dunia parenting berdasarkan sudut pandang edukasi psikologi.