AYOJAKARTA.COM – Peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus yang dirayakan setiap tahun, menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Indonesia sebagai sebuah negara.
Terdiri dari berbagai macam suku, agama dan tradisi, keberagaman tersebut berhasil dilebur menjadi satu setelah 17 Agustus ditetapkan sebagai hari kemerdekaan.
Meski nama Indonesia baru berusia 79 tahun, namun teritori yang melingkupinya memiliki sejarah panjang sebelum tanggal 17 Agustus ditetapkan sebagai hari kemerdekaan.
Sebagai bekal untuk menumbuhkan semangat kecintaan dan nasionalisme, berikut ini adalah nama Indonesia sebelum merdeka.
Sebelum dikenal dunia dengan nama Indonesia, bangsa-bangsa di kepulauan Indonesia pada tahun 78 Masehi memiliki sebutan Dwipantara.
Baca Juga: Ramai Cut Intan Nabila Diduga Cabut Laporan Kasus KDRT, Humas Polres Bogor Buka Suara: Belum Ada
Berdasarkan catatan kuno Bangsa India, Dwipantara berasal dari Bahasa Sansekerta merujuk pada akar kata Dwipa dan Antara yang memiliki arti Pulau Luas atau Seberang.
Sejalan dengan putaran waktu, sebutan Dwipantara mulai Tahun 1336 kemudian mengalami perubahan menjadi Nusantara.
Sebutan kata Nusantara yang diperkenalkan oleh Bangsa Majapahit, juga tertuang dalam naskah Sumpah Palapa.
Dikenal karena limpahan rempah-rempah, nama Nusantara mulai mengalami pergantian pada tahun 1497 dengan sebutan Hindia.
Julukan dari penjelajah asal Portugis bernama Vasco Da Gama tersebut diambil berdasarkan dari nama Samudera yang menjadi pembatasnya.
Nama Hindia yang merupakan sebutan dari Bangsa Eropa kembali berubah pada tahun 1596 sehingga menjadi Hindia Belanda
Dibawah komando Cornelis De Houtman, ekspansi perdagangan di Hindia terus mengalami perluasan sehingga sebutan Hindia dibubuhi dengan kata Belanda.
Nama Hindia Belanda yang menurut orang Eropa berarti Hindia bagian Timur kembali mengalami perubahan menjadi Insulinde pada tahun 1860.
Sebutan yang diberikan oleh Eduard Douwes Dekker tersebut merupakan bentuk kecaman atau sikap buruk Belanda terhadap rakyat Insulinde atau berarti Kepulauan Hindia.
Pada tahun 1869 nama Insulinde yang berarti Kepulauan Hindia kembali bermutasi dan menjadi Kepulauan Melayu.
Sebutan Kepulauan Melayu yang diberikan oleh penjelajah asal Inggris Alfred Russel Wallace tersebut kembali mengalami perubahan di tahun 1942.
Saat Perang Dunia Kedua berlangsung, Jepang yang menjadikan Asia Tenggara sebagai salah satu wilayah jajahan menggantinya dengan nama To-Indo yang berarti Hindia Timur.
Setelah dua kali mengalami peristiwa pemboman di Kota Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945, kekuatan Jepang di Indonesia mengalami ketimpangan.
Mengutip tulisan ilmuwan asal Inggris bernama James Richardson Logan dan George Samuel di tahun 1850, kata Indonesia diserap menjadi nama negara hingga hari ini. ***

Share this article
Sebelum dikenal dunia dengan nama Indonesia, bangsa-bangsa di kepulauan Indonesia pada tahun 78 Masehi memiliki sebutan Dwipantara.