AYOJAKARTA.COM -- Kasus meninggalnya dokter muda PPDS Undip Semarang menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan publik.
Pasalnya, dokter muda bernama Aulia Risma Lestari tersebut meninggal dunia karena bunuh diri dengan menyuntikkan obat.
Almarhum Aulia Risma Lestari merupakan dokter sekaligus mahasiswi yang tengah menjalani program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di Undip.
Baca Juga: Viral! Dokter Residen Undip Bunuh Diri, Ketua Terpilih IDI Singgung Beban Kerja dan Pendapatan!
Almarhum disebut-sebut bunuh diri setelah tidak kuat mendapat perundungan atau bullying di lingkungan PPDS Undip Semarang.
Kabar dugaan adanya bullying di lingkungan PPDS Undip Semarang tersebut lantas menarik perhatian publik.
Di tengah ramainya kabar perundungan atau bullying di lingkungan PPDS Undip, sosok dr Prathita Amanda Aryani mendadak viral.
Sosok dokter bernama Prathita Amanda Aryani tersebut viral setelah munculnya isi pesan WhatsApp yang melibatkan dirinya.
Baca Juga: TOP 17 Kampus Negeri dan Swasta Terbaik di Jawa Tengah Versi UniRanks 2024, Juaranya Bukan UNDIP!
Dalam screenshot pesan WhatsApp yang beredar, Prathita Amanda Aryani diduga salah satu pelaku bullying di lingkungan dokter muda PPDS Undip.
Screenshot pesan WhatsApp yang menunjukkan Prathita Amanda Aryani diduga sebagai pelaku bullying tersebut diunggah oleh akun Tiktok @tandamedia yang dikutip pada Sabtu, 17 Agustus 2024.
Dalam unggahan akun Tiktok tersebut memperlihatkan foto dari sosok Prathita Amanda Aryani yang ramai disebut sebagai pelaku bullying di lingkungan PPDS Undip.
Slide selanjutnya menunjukkan tangkapan layar chat WhatsApp, di mana dalam chat tersebut Prathita Amanda Aryani sedang memberikan hukuman kepada para junior yang melakukan kesalahan.
Mirisnya, Prathita Amanda Aryani memberikan hukuman kepada para junior yang salah dengan meminta mereka memakan nasi padang sebanyak 5 bungkus per orang.
“Nasi Padang 1 utuh Lauk: sayur Nangka, telur bulat, ayam pop Jumlah 5 bungkus/orang,” bunyi isi pesan WhatsApp yang diduga ditulis oleh Prathita Amanda Aryani tersebut.
Baca Juga: 15 Jurusan S-1 di Undip Terakreditasi Unggul, Janjikan Masa Depan Cerah dan Karir Cemerlang
Bukan itu saja, pengirim pesan bernama Prathita Amanda Aryani juga meminta para junior untuk mengirim video saat mereka makan nasi padang 5 bungkus per orang.
“Share Video kalian lagi makan itu 5 bungkus/orang disini jam 14.00 Mengerti???” isi pesan selanjutnya.
Isi pesan lain di WhatsApp dengan pengirim atas nama Prathita Amanda Aryani tersebut juga terlihat sedang memaki para junior dengan menyebut sampah.
Baca Juga: Menkes Bekukan Prodi Anestesi UNDIP, Imbas Kematian Mahasiswi PPDS
“Sampah kalian,” isi pesan tersebut.
“Kerja ga becus,” lanjutannya.
Bahkan hal sepele seperti typo juga menjadi permasalahan besar bagi pengguna WhatsApp dengan nama Prathita Amanda Aryani tersebut.
“Awas kamu typo sekali lagi!!!” tulis nomor WhatsApp dengan nama Prathita Amanda Aryani tersebut.
Usai viral diduga sebagai salah satu pelaku bullying yang menyebabkan dokter muda PPDS meninggal, hingga kini sosok dokter Prathita Amanda Aryani belum juga muncul untuk memberi klarifikasi.***

Share this article
Dalam screenshot pesan WhatsApp yang beredar, Prathita Amanda Aryani diduga salah satu pelaku bullying di lingkungan dokter muda PPDS Undip.