Sebelum Merdeka pada 17 Agustus 1945, Ternyata Indonesia Pernah Memiliki 7 Nama Lain

Indonesia punya 7 nama sebelum 17 Agustus 1945
Indonesia punya 7 nama sebelum 17 Agustus 1945

AYOJAKARTA.COM –  Indonesia memproklamasikan kemerdekaaannya pada 17 Agustus 1945.

Kemerdekaan ini diraih dengan banyak perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.

Kini 17 Agustus diperingati sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahunnya.

Melalui peringatann ini, rakyat Indonesia diajak untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan,mendoakannya dan yang pasti melanjutkan perjuangan mereka saat ini.

Tentunya dengan peran mereka masing-masing dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan bermasyarakat.

Baca Juga: Mbah Moen Sebut Seseorang Harus Sudah Menikah di Umur 28 Tahun, Jika Tidak Ini Akibatnya

Tapi taukah kamu, ternyata Indonesia sudah memiliki beberapa nama atau sebutan lain sebelum kemerdekaan  17 Agustus 1945.

Apa sajakah namanya dan apa makna yang terkandung di dalamnya?

Simak ulasan legkapnya seperti dilansir Ayojakarta.com dari YouTube Angka dan Data Channel pada Selasa (9/8/2022).

Berikut ulasannya:

  1. Dwipantara

Pertama kali Indonesia ini bernama Dwipantara.

Nama Dwipantara terdapat dalam catatan kuno bangsa India.

Seperti diketahui dahulu Indonesia memiliki banyak kerajaan Hindu dan agama Hindu bersasal dari India.

Hindu sendiri mulai masuk ke Indonesia pada 78 masehi.

Dwipantara berasal dari dua bahasa Sangskerta yaitu Dwipa yang berarti pulau dan Antara berarti luas atau seberang.

Sehingga Dwipantara memiliki arti sebagai kepulauan tanah seberang.

Baca Juga: Gado-Gado dan Pecel Masuk Daftar Salad Terbaik Dunia, Salad Indonesia Lainnya Ini Nggak Kalah Enak

  1. Nusantara

Setelah berabad-abad, nama Dwipantara lantas berubah menjadi Nusantara.

Nusantara kala itu terkenal sebagai sumber rempah-rempah.

Sebutan Nusantara ini digunakan pertama kali di masa kerajaan Majapahit.

Hal tersebut bisa dilihat dari isi Sumpah Palapa yang diucapkan mahapatih Gajah Mada Tahun 1336.

Pada masa kerajaan Majapahit kala itu, meliputi seluruh wiliyah Nusantara dengan politik luar negeri yang dikenal dengan "Persahabatan denga Tetangga"

Hal ini juga dikuatkan dan tercatat pada Buku Nagarakertagama karya Mpuh Prapanca.

Dikisahkan bahwa Gajah Mada menjadi pelopor yang menyatukan Nusantara yang pernah terpecah berabad-abad lamanya.

Selain itu, nama Nusantara sendiri hingga kini masih digunakan dan sering diucapkan sebagai julukan bagi bangsa Indonesia.

Baca Juga: 11 Poster Kemerdekaan Indonesia 77 Siap Download, Bisa Edit dan Langsung Cetak

  1. Hindia

Pada tahun 1494 nama Nusantara lantas berganti menjadi Hindia.

Pergantian nama itu terjadi setelah kedatangan bangsa Eropa.

Nama Hindia diberikan khusus oleh penjelajah asal Portugis, yaitu Vasco da Gama yang menemukan pulau Indonesia.

Kala itu, Vasco da Gama mencari rempah-rempah dari Eropa melalui India.

Kemudian ia menemukan gugusan kepulauan yang diberi nama Hindia karena berbatasan dengan Samudera Hindia.

  1. Hindia Belanda

Kemudian, tahun 1596 bangsa Belanda datang ke Hindia hingga menaklukkan Hindia. 

Sehingga nama Hindia berubah menjadi Hindia Belanda.

Penambahan kata Belanda dipakai sebagai penegasan bahwa Hindia (Indonesia kini) merupakan wilayah kekuasaan Belanda.

Baca Juga: Ini Contoh Biantara atau Pidato Bahasa Sunda tentang Kemerdekaan Indonesia ke-77 untuk 17 Agustus

  1. Insulinde

Hingga pada tahun 1860 seorang penulis ternama Belanda bernama Douwes Dekker mengusulkan nama baru untuk Hindia Belanda.

Ia mengaku jijik mendengar nama Hindia Belanda karena negara tersebut membuat perlakuan buruk terhadap warga Indonesia.

Sehingga saat itu, nama Hindia Belanda mendapatkan stigma buruk di mata internasional.

Douwes Dekker juga sering mengkritik perlakuan penjajah Belanda pada rakyat Indonesia hingga ia mengusulkan nama baru yaitu Insulinde.

Insulinde berasal dari kata Insula yang berarti kepulauan dan Insulinde memiliki arti kepulauan Hindia.

  1. Kepulauan Melayu

Kemudian pada 1869 seorang penjelajah asal Inggris mempopulerkan sebuah nama baru untuk Insulinde yakni Kepulauan Melayu.

Diberi nama tersebut karena Pulau Melayu yang menguasai lautan saat itu.

Wilayah yang masuk Kepulauan Melayu tidak hanya Indonesia tapi juga Singapura dan Malaysia.

Baca Juga: Mengenal Telok Abang, Tradisi Sambut Kemerdekaan di Palembang. Unik Banyak Disukai Anak-anak

  1. To-Indo

Tahun 1942 Indonesia dikuasai oleh negara Jepang.

Selama masa penjajahan itu Indonesia bernama To-Indo yang dalam Bahasa Jepang berarti Hindia Timur.

Selama masa kekusaan Jepang, To-Indo dipakai secara resmi untuk menamakan wilayah taklukan mereka dari 1942-1945.

Tiba waktu di tahun 1945, kala itu bangsa Belanda masih berusaha mengusai kembali Indonesia setelah berakhirnya kedudukan Jepang.

Namun berkat perjuangan rakyat dari Sabang sampai Merauke, Indonesia berhasil merdeka pada 17 Agustus 1945 dan memakai nama Indonesia secara resmi sebagai nama negara yang kita cintai.

Sebagai informasi, nama Indonesia sebenarnya sudah ada sejak tahun 1850.

Nama Indonesia itu diperkenalkan oleh James Richardson Logan dan Geroge Samuel ilmuan asal Inggris.

Baca Juga: 6 Tradisi Unik Sambut 17 Agustusan di Berbagai Daerah di Indonesia

Keduanya menyebut kepulauan Hindia dengan sebutan Indonesia dalam majalah ilmiah tahunan mereka yang terbit di Singapura dengan judul "The Indian Archipelago and Estern Asia".

Nama Indonesia sendiri berasal dari dua suku kata Bahasa Yunani yaitu Indus yang berarti Hindia dan Nesos berarti kepulauan.

Demikian ulasan terkait nama-nama yang pernah dimiliki Indonesia hingga kini perjalanannya  akan merayakan HUT ke-77. Salam merdeka!

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Nama lain
# Dwipantara
# Nusantara
# 17 Agustus 1945
# Indonesia

News Update

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.