AYOJAKARTA.COM - Perilaku seks beresiko berujung tertular virus Varicella-zoster atau yang lebih familiar disebut Mpox.
Semuka Mpox ditemukan pada koloni kera di Denmark di tahun 1958.
Di tahun 1970, ditemukan virus ini di manusia. Tepatnya di Republik Demokrat Kongo.
Hingga akhirnya menjadi endemis di beberapa wilayah di Afrika.
Baca Juga: Viral Ancaman dan Potensi Gempa Megathrust, Ini yang Harus Dilakukan apabila Terjadi Tiba-tiba
Saat ini terjadi kenaikan kasus Mpox. Bahkan di Indonesia sepanjang 2022 hingga 2024 ada 88 temuan Mpox.
Penularan Mpox dari manusia ke manusia terjadi akibat adanya kontak langsung dari kulit ke kulit.
Atau membran mukosa termasuk ketika melakukan kontak seksual.
Dilansir Ayojakarta.com dari Instagram @kemenkes_ri, Kamis 22 Agustus 2024, perilaku seksual berisiko seperti gonta ganti pasangan.
Termasuk seks sesama jenis juga sangat berisiko untuk tertular Mpox.
Gejala yang muncul terkena Mpox, diawali dengan demam. Lalu muncul ruam dan pembengkakan kelenjar getah bening yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi medis.
Ruam seperti cacar akan muncul dari wajah dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Di Indonesia, hingga 17 Agustus 2024 kemarin terdapat 88 kasus konfirmasi Mpox.
Dimana 54 diantaranya memenuhi kriteria untuk dilakukan Whole Genome Sequencing atau WGS.
Dan hasilnya, 54 kasus merupakan varian Clade IIB dengan fatalitas lebih rendah dan ditularkan sebagian besar dari kontak seksual.***
Baca Juga: 5 Universitas Negeri Pecahkan Rekor MURI di Ospek 2024, Apakah Kampusmu Termasuk?
Share this article
Kementerian Kesehatan memberikan penjelasan mengenai perilaku seks berisiko dapat berujung Mpox, cek selengkapnya berikut.